Suara.com - Noer Fajrieansyah, suami Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, kini tengah menjadi sorotan akibat dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi impor gula. Lantas, bagaimana jejak karier Noer Fajrieansyah hingga terjerat dugaan korupsi?
Namanya mencuat dalam penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung terkait skandal yang disebut merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah. Dengan latar belakang akademik yang kuat serta pengalaman menduduki berbagai posisi strategis di BUMN, keterlibatan Noer dalam kasus ini pun menuai perhatian publik.
Berbagai pihak mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan untuk mengungkap apakah benar ada keterlibatan Noer dalam kebijakan impor gula yang dianggap bermasalah. Kejaksaan Agung pun terus mendalami aliran dana dalam kasus ini, yang hingga kini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
Profil Noer Fajrieansyah
Menyadur dari situs resmi PT Petrokimia Gresik, Noer Fajrieansyah merupakan seorang profesional yang memiliki rekam jejak panjang di berbagai perusahaan BUMN. Pria kelahiran Jakarta pada 4 Februari 1983 ini mengawali pendidikannya dengan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia (UI).
Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Prof. Dr. Moestopo dengan fokus pada Ilmu Administrasi dan menyelesaikan program doktor di Universitas Brawijaya dengan spesialisasi Kebijakan Publik.
Perjalanan Karier Noer Fajrieansyah
Karier Noer Fajrieansyah dimulai di sektor pertambangan, yakni sebagai Staf Profesional Corporate Social Responsibility (CSR) di PT Antam Tbk pada 2007-2008, kemudian berlanjut sebagai Staf Profesional General Affairs and External Relations (GA & ER) pada 2008-2009.
Selanjutnya, ia bergabung dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebagai Tenaga Ahli Senior dari 2010 hingga 2013.
Noer Fajrieansyah kemudian menapaki jabatan strategis di berbagai perusahaan BUMN, termasuk menjadi Direktur Sumber Daya Perusahaan dan Keuangan di PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) pada 2015-2017, yang kemudian menjadi sorotan dalam dugaan kasus korupsi impor gula.
Setelah itu, ia menjabat sebagai Direktur Hubungan Strategis dan Kelembagaan di PT Pos Indonesia pada 2017-2020 serta Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transformasi TI di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada 2020-2021.
Selain itu, ia juga pernah menduduki posisi komisaris di beberapa perusahaan BUMN, antara lain sebagai Komisaris PT Hotel Indonesia Natour (2014-2015), Komisaris Utama PT Dharma Niaga Putra Steel (2016-2017), serta Komisaris Utama PT Pos Properti (2020). Pada 12 Juni 2021, ia diangkat menjadi Komisaris PT Petrokimia Gresik, jabatan yang masih dipegangnya hingga saat ini.
Terjerat Dugaan Korupsi Impor Gula
Perjalanan karier Noer Fajrieansyah yang sebelumnya penuh prestasi kini berada dalam sorotan akibat dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi impor gula. Dengan posisinya sebagai mantan Direktur PT PPI, ia menjadi salah satu pihak yang diminta pertanggungjawabannya dalam kasus ini.
Kasus ini bermula dari kebijakan yang dikeluarkan oleh mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, yang memberikan izin kepada perusahaan swasta untuk mengimpor gula kristal mentah (GKM) yang kemudian diolah menjadi gula kristal putih (GKP). Padahal, sesuai regulasi, impor GKP seharusnya hanya dapat dilakukan oleh BUMN.
Kebijakan ini mengakibatkan kerugian negara yang mencapai Rp578 miliar, sebagaimana hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 20 Januari 2025.
Dalam skandal ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan tersangka dari perusahaan swasta yang diduga memperoleh keuntungan dari kebijakan impor tersebut.
Meskipun nama Noer Fajrieansyah belum secara resmi ditetapkan sebagai tersangka, posisinya sebagai mantan Direktur PT PPI yang berperan dalam kebijakan impor gula membuatnya turut disorot dan didesak untuk diperiksa. Demikianlah informasi terkait karier Noer Fajrieansyah hingga terjerat dugaan korupsi.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
-
Nah Lho! DPR Ajak Jampidsus Kejagung Rapat Tertutup Demi Bahas Skandal Mega Korupsi, Wartawan Dilarang Nguping
-
Bahas Korupsi Pertamina, Komisi III DPR Gelar Rapat Tertutup dengan Jampidsus, Ada Apa?
-
Erick Thohir Dinilai Lalai di Pusaran Mega Korupsi Pertamina, Layak Mundur
-
Prabowo Geram Masih Banyak Koruptor, Boyamin Tegaskan Satu Solusi: Sahkan UU Perampasan Aset
-
Usut Duit Urunan Kepsek SMA buat Modal Kampanye Rohidin Mersyah di Pilkada, KPK Periksa Kadisdik Bengkulu
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi
-
Kantongi Laba Rp1,3 T, Bos CBDK Sulap Kawasan Ini Jadi Simpul Ekonomi Baru
-
Biaya Kuliah Arya Iwantoro yang Dibiayai Negara, Kini Bakal Dikembalikan?
-
Saham BUMI Diborong Asing saat Harganya Melemah
-
Dasco Pasang Badan untuk Buruh Mie Sedaap, PHK Akhirnya Disetop
-
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
-
KSPN Minta Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Dibatalkan, Ini Alasannya
-
IHSG Meloyo di Sesi Pertama Gegara Defisit APBN, 438 Saham Kebakaran
-
6 Fakta Dugaan Bank Jambi Dibobol Hacker, Uang Nasabah Dijamin Diganti