- Analis Finex, Brahmantya Himawan, optimis terhadap emas dan perak di awal 2026 didorong kebijakan moneter dan geopolitik.
- Proyeksi emas dunia diprediksi mencapai $4.700–$5.000 per ounce, didukung penurunan imbal hasil riil obligasi AS.
- Perak diprediksi bergerak agresif mencapai $90–$120 per ounce karena permintaan energi terbarukan dan status mineral kritis.
Suara.com - Memasuki gerbang tahun 2026, arah pergerakan logam mulia menjadi sorotan utama para pelaku pasar modal dan investor ritel di berbagai kota besar Indonesia.
Brahmantya Himawan, Analis Keuangan dari Finex, mengungkapkan pandangan yang sangat optimis terhadap masa depan emas dan perak.
Menurutnya, kondisi pasar saat ini menunjukkan potensi penguatan yang jauh lebih kokoh dan berkelanjutan dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Pendorong utama dari tren positif ini adalah perpaduan harmonis antara kebijakan moneter global, ketegangan geopolitik yang belum mereda, serta lonjakan kebutuhan sektor industri.
Kombinasi faktor-faktor ini diperkirakan akan menciptakan fondasi bagi kenaikan harga yang bersifat struktural dan jangka panjang.
Dalam pernyataan resminya di Jakarta pada Jumat (2/1/2026), Brahmantya memproyeksikan harga emas dunia akan bergerak dinamis pada rentang 4.700 hingga 5.000 dolar AS per troy ounce di sepanjang tahun ini.
Jika angka tersebut dikonversikan dengan asumsi nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp16.715 per dolar AS, maka nilai emas diperkirakan mencapai Rp78,5 juta hingga Rp83,6 juta per troy ounce.
Bagi masyarakat luas yang terbiasa dengan satuan gram, proyeksi ini setara dengan harga jual berkisar antara Rp2,52 juta hingga Rp2,69 juta per gram.
Katalis fundamental di balik lonjakan harga emas ini adalah merosotnya imbal hasil riil (real yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat. Penurunan ini biasanya menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa pelonggaran kebijakan moneter akan segera terjadi.
Baca Juga: Harga Perak Cetak Rekor 2025, Bagaimana 2026?
“Ketika real yield turun dan pasar melihat potensi pelonggaran moneter, emas secara historis selalu mendapat dorongan struktural. Kondisi saat ini sangat mirip dengan fase awal reli jangka panjang sebelumnya,” tutur Brahmantya, dikutip via Antara.
Berbeda dengan emas yang murni dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven), perak memiliki daya tarik unik karena status gandanya sebagai logam mulia sekaligus bahan baku industri vital.
Karakteristik ini membuat pergerakan harga perak diprediksi akan jauh lebih agresif dibandingkan "kakak"-nya, emas.
Analis Finex memproyeksikan harga perak pada tahun 2026 akan melambung pada kisaran 90 hingga 120 dolar AS per troy ounce. Jika dirupiahkan, harga perak akan berada di angka Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per gram.
Ada tiga faktor utama yang mendukung lonjakan harga perak ini:
- Energi Terbarukan dan Kendaraan Listrik: Permintaan masif dari sektor teknologi hijau terus meningkat setiap tahunnya.
- Status Mineral Kritis: Masuknya perak ke dalam daftar mineral kritis di Amerika Serikat memberikan sentimen positif jangka menengah yang sangat kuat.
- Persimpangan Ekonomi: Perak berada di posisi strategis antara kebutuhan industri dan minat investasi, menjadikannya aset yang sangat responsif saat siklus ekonomi bergeser.
Brahmantya menegaskan bahwa di tengah tren harga yang terus menguat secara konstruktif, emas dan perak tetap menjadi instrumen yang sangat relevan.
Keduanya berfungsi optimal sebagai alat pelindung kekayaan (hedging) dari inflasi serta fluktuasi pasar bagi para investor jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Said Iqbal Akhirnya Temui Purbaya, Minta Pajak JHT hingga THR Dihapus
-
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa
-
Pegadaian Gelar Sales Town Hall 2026, Perkuat Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan
-
Fasilitasi Impor dan Pengadaan Barang China, Natindo Cargo Bantu UMKM
-
Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan