Suara.com - Sugianto Kusuma alias Aguan dipanggil Presiden Prabowo ke Istana Bersama dengan pengusaha Taipan lainnya dengan tujuan membahas ekonomi dan kultur investasi di Indonesia. Kemunculan Aguan dalam pertemuan tersebut, membuatnya dihubung-hubungkan dengan skandal pemagaran laut. Ini bukan satu-satunya kontroversi Aguan, simak daftarnya setelah uraian di Bawah ini.
Aguan atau bernama lengkap Sugianto Kusuma terkenal dengan proyek-proyek bernilai jutaan dolar. Bersama Agung Sedayu Group, ia menciptakan pusat-pusat ekonomi baru dan juga modernisasi ibu kota. Beberapa proyek terkenalnya di antaranya Taman Palem, Ancol Mansion, hingga mega proyek Pantai Indak Kapuk (PIK) 2 yang terseret persoalan pemagaran laut di pesisir Tangerang.
Selain sebagai pengembang,Aguan juga memiliki bisnis di sektor komersial seperti mall, hotel, dan Kawasan industry. Perusahaannya tersebar di Jabodetabek. Hal itu menjadikan Agung Sedayu Group sebagai salah satu perusahaan pengembang properti terbesar di tanah air.
Sebagai tokoh besar dan berpengaruh dalam dunia bisnis, ia tidak lepas dari berbagai kontroversi. Sugianto Kusuma bahkan dikenal sebagai salah satu dari Sembilan naga, kelompok konglomerat Indonesia yang berpengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia.
Keterlibatannya dalam berbagai proyek besar sering menjadi sorotan. Berikut sejumlah kontroversi Aguan (Sugianto Kusuma).
1. Kasus suap Raperda
Nama Sugianto Kusuma alias Aguan disebut-sebut dalam kasus suap terkait Raperda Reklamasi Pantai Utara Jakarta di tahun 2016. KPK saat itu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan menetapkan tiga orang tersangka, yakni Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land (APL) Arieswan Widjaja, Personal Assistant PT. APL Trinanda Prihantoro, dan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi. Dalam operasi tersebut, KPK menemukan barang bukti uang senilai Rp1,14 miliar disetorkan kepada Aguan oleh Ariesman. Namun, Agun tetap tidak tersentuh atas kasus ini.
2. Korupsi Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2)
Proyek PSN PIK 2 disebut-sebut penuh dengan praktek korupsi. Sosok yang melaporkan dugaan korupsi PSN PIK 2 yang menyeret nama Aguan dan Presiden Joko Widodo ini adalah Abraham Samad.
Baca Juga: Siapa Ray Dalio? Duduk di Samping Prabowo saat Kumpul Konglomerat, Hartanya Tembus Rp218 T
3. Pagar Laut
Kasus pagar laut di pesisir Tangerang yang membuat heboh Indonesia di akhir tahun 2024 kini tampak mulai terlihat titik terang. Presiden Prabowo pada 6 Maret 2025 mengundang delapan pengusaha besar ke Istana Kepresidenan termasuk Sugianto Kusumo alias Aguan, pemilik Agung Sedayu Grup yang mana perusahaannya disebut-sebut memiliki sertifikat kepemilikan atas pesisir pantai Tangerang yang jadi misteri.
Kasus pemagaran laut di pesisir pantai Tangerang sendiri merupakan kasus yang melibatkan proyek reklamasi. Diduga kepemilikan sertifikat atas Kawasan tersebut telah melanggar hukum dan merugikan masyarakat pesisir. Sejumlah pejabat daerah, termasuk kepala desa sudah diadili karena keterlibatan mereka atas proyek tersebut.
Hasil penelusuran mengungkap bahwa Agung Sedayu Group merupakan perusahaan yang memiliki sertifikat kepemilikan terbanyak daripada pihak lain. Sampai kini belum ada Tindakan hukum yang dapat menyentuh pihak Agung Sedayu Grup.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Bakal Diluncurkan Prabowo, Koperasi Merah Putih Disebut Bakal Jadi Langkah Revolusioner Tuntaskan Kemiskinan
-
Nilai Gibran Cuman Jadi Beban Buat Prabowo, Rocky Gerung: Dia Tak Bisa Hasilkan Ide, Cuman Gulung Celana Datangi Banjir
-
Didampingi Seskab Teddy, Prabowo Datangi Warga Terdampak Banjir Bekasi, Sempatkan Buka Puasa Bersama
-
Pengadilan Bebaskan Yoon, Tapi Jaksa Siap Balas! Korsel di Ujung Tanduk?
-
Siapa Ray Dalio? Duduk di Samping Prabowo saat Kumpul Konglomerat, Hartanya Tembus Rp218 T
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan