Suara.com - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) berperan aktif dalam kegiatan distribusi logistik guna mendukung ketahanan pangan nasional, salah satunya dengan mengoptimalkan rantai pasok Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) milik PT. Tirta Investama (AQUA).
Pendistribusian ini dilakukan dari Stasiun Klari, Karawang, menuju berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mulai beroperasi sejak akhir Januari 2025.
“Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merupakan salah satu kebutuhan primer masyarakat yang harus terpenuhi. Dengan keunggulan pengiriman berbasis KA seperti kecepatan waktu pengiriman dan pengiriman yang terjadwal, akan mendorong pengelolaan rantai pasok seefektif mungkin, sehingga memastikan distribusi kebutuhan AMDK terpenuhi dengan optimal,” kata Heri Siswanto, Direktur Operasi KAI Logistik, ditulis Selasa (11/3/2025).
Melalui kerjasama sinergis ini, KAI Logistik akan melayani pengiriman dengan volume 20-30 kontainer/hari dengan tujuan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pengiriman ini dijadwalkan secara rutin setiap hari untuk memastikan kelancaran pasokan di seluruh wilayah tujuan.
"Pengoperasian rute distribusi yang mencakup jalur Karawang – Jawa Tengah dan Karawang – Jawa Timur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas distribusi. Ke depan, tidak menutup kemungkinan untuk memperluas jangkauan layanan ke wilayah-wilayah strategis lainnya untuk memperkuat aksesibilitas distribusi," jelas Heri.
Kerja sama ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara KAI Logistik dengan AQUA sebagai mitra strategis yang berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem logistik khususnya dalam distribusi AMDK.
Melalui kolaborasi ini, kedua pihak bertujuan memastikan kelancaran pasokan di berbagai wilayah serta mendukung terciptanya sistem logistik yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Langkah inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung program ketahanan pangan khususnya dalam distribusi logistik.
“KAI Logistik terus meningkatkan layanan angkutan barang guna mendukung sektor pangan termasuk AMDK demi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan, selaras dengan Asta Cita yang ditetapkan pemerintah,” lanjut Heri.
Layanan ini tidak hanya memperkuat posisi KAI Logistik sebagai salah satu pemain utama dalam industri logistik nasional, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan emisi karbon.
Dengan memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi utama, KAI Logistik turut mendukung transisi menuju sistem logistik yang lebih ramah lingkungan sehingga menjadi investasi jangka panjang khususnya dalam keberlanjutan lingkungan.
“Bagi kami tentunya kolaborasi ini sejalan dengan peta jalan keberlanjutan AQUA. Kami terus berupaya untuk berinovasi dan menggunakan berbagai opsi pengiriman yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Pengiriman menggunakan KAI Logistik akan mengurangi emisi karbon yang terbuang dalam proses pengiriman sekaligus tetap menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengiriman,” kata Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia.
Sebelumnya, KAI Logistik telah melaksanakan uji coba pengiriman pada awal tahun 2025 untuk meninjau kesiapan baik dalam hal sumber daya manusia, hingga proses dan tata laksana pengiriman.
Ke depan, KAI Logistik berkomitmen untuk terus memperluas layanan logistiknya dan menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Komitmen ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui distribusi yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Kami senantiasa membuka peluang kolaborasi dengan berbagai perusahaan untuk mengoptimalkan rantai pasok nasional. Selain itu, kami juga mendukung inisiatif logistik ramah lingkungan melalui pemanfaatan moda transportasi kereta api yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tutup Heri.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026