Suara.com - Menteri BUMN, Erick Thohir menanggapi cecaran para anggota Komisi VI DPR RI terhadap PT Pertamina (Persero) soal dugaan kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang.
Terutama, soal usulan Anggota Komisi VI DPR yang meminta adanya kompensasi dari kisruh di masyarakat.
Menurut Erick, BUMN tidak serta merta mengeluarkan kebijakan terkait usulan tersebut. Sebab, perusahaan pelat merah memiliki mekanisme tersendiri, dan memang diusahakan adanya perbaikan.
"Tentukan mekanisme yang ada di pemerintahan, di DPR, ataupun di Pertamina tentukan ada mekanisme sendiri. Tentu semua juga perlu kajian," ujar Erick saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Erick melanjutkan, dalam suatu kasus korupsi memang tidak bisa disatukan dalam manajemen korporasi. Artinya, operasional korporasi dengan kasus korupsi itu berjalan sendiri-sendiri.
"Yang pasti yang selalu disampaikan oleh Pak Presiden Prabowo, yang namanya kasus korupsi itu kan harus ditindaklanjuti dan kami mendukung. Yang kami terus jaga selama ini, bagaimana tentu kasus korupsi itu dan korporasi jangan hanya dilihat menjadi satu kesatuan," jelas dia
Ketua Umum PSSI ini memberi contoh kasus korupsi di Garuda Indonesia. Dalam prosesnya, kasus korupsi Garuda Indonesia berjalan, sekaligus proses restukturisasi keuangannya juga berjalan.
"Nah ini yang kita jaga bersama-sama, supaya peran daripada korporasi itu tetap berjalan, apakah ada perbaikan administrasi ya harus, memang itu tergantung. Tapi jangan sampai tadi hal ini justru menghambat daripada restrukturasi korporasi itu, atau perbaikan-perbaikan dari korporasi sendiri," beber Erick.
Bos Pertamina Kena Damprat
Baca Juga: Alasan Erick Thohir Tunjuk Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri terkena dampratan dari sejumlah anggota Komisi VI DPR, ketika menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di Komplek Parlemen Senayan, Selasa (11/3/2025).
Hal ini imbas dari dugaan kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang mendera Pertamina.
Meski dalam RDP tersebut tidak membahas detil, tetapi Simon tetap dicecar oleh para anggota Komisi VI untuk dimintai konfirmasi soal kasus korupsi tersebut.
Misalnya, Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI-P Mufti Anam merasa kecewa, Dirut Pertamina tidak membahas kasus korupsi yang tengah hangat saat ini.
Pasalnya, para anggota Komisi VI telah menunggu kesempatan untuk bertemu Bos Pertamina untuk mendengarkan langsung soal kasus korupsi ini.
"Jujur saja, Pak, kami sedikit kecewa, kami tunggu-tunggu dari tadi paparan soal ter-update Pertamax oplosan, tapi tidak ada sebait kata pun yang menjelaskan di kesempatan ini. Padahal kami menunggu-nunggu rapat ini dari berminggu-minggu yang lalu, sampai kami coba ingatkan di grup Komisi VI dan sebagainya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?