Suara.com - Di tengah pesatnya pembangunan dan perubahan iklim global, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) mengambil langkah besar dalam mengatasi masalah lingkungan yang mendesak melalui inovasi dan kerjasama strategis.
Diawali dari sebuah peristiwa longsor sampah di Bandung, Jawa Barat, Indocement berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat untuk mengubah krisis menjadi peluang dengan mendatangkan ahli dari Jerman.
Dari insiden ini, tim ahli mengusulkan penggunaan sampah sebagai bahan bakar alternatif. Terdengar revolusioner, namun inisiatif ini mengungkapkan potensi yang belum tergali dari sampah yang selama ini menjadi masalah besar di kota-kota besar seperti Jakarta.
"Jadi bapak bisa bayangin ini Jakarta 3.000 tambah 2.000, 5.000. Mereka menyelesaikan masalah sampah di Jakarta itu 7.500 ton per hari yang mesti ke luar, jadi kita sudah handle sekitar 70an persen, not so bad," kata Presiden Direktur PT Indocement Tunggal Prakasa, Christian Kartawijaya dalam acara "Meet The CEO" besutan IDNFinancials.com dengan Suara.com dikutip Kamis (13/3/2025).
Tidak berhenti di sampah, Indocement juga melirik penggunaan bahan baku yang tidak biasa seperti kotoran ayam yang dicampur dengan sekam padi.
"Sebetulnya kita ambil lagi yang menarik, Chicken poo, Chicken poo itu tai ayam kan dia pakai sekam padi," kata Christian.
Ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi karbon.
Hingga tahun 2022, Indocement telah menggunakan bahan bakar alternatif lebih dari 18% dan menargetkan untuk meningkatkan konsumsi bahan bakar alternatif hingga lebih dari 40% pada tahun 2030.
Perusahaan juga melakukan langkah besar dalam investasi berkelanjutan melalui penyertaan modal sebesar Rp 2 miliar di PT Amita Prakarsa Hijau (APH).
Baca Juga: Usai Bertemu Pandawara Group, Kini Prabowo Minta AHY Bentuk Satgas Pengolahan Sampah
Investasi ini mencakup 20 persen dari jumlah modal APH, yang bertujuan untuk memproduksi bahan bakar dan material alternatif dari limbah industri dan/atau rumah tangga.
"Amita itu kita menangkap bahan bakar dan bahan baku alternatif yang kita belum pernah sentuh yaitu dari industri, kan industri itu banyak recit recit, kalau dia produksi misalkan tekstil kan ada chemical process," ucapnya.
Dalam upaya meminimalisir dampak negatif industri terhadap lingkungan, Indocement tidak hanya fokus pada pengolahan limbah, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi dari limbah yang tidak terpakai.
Pendekatan ini tidak hanya mengurangi biaya operasional melalui penggunaan bahan baku yang lebih murah dan ramah lingkungan tetapi juga membuka peluang bisnis baru dalam ekonomi sirkular.
Dengan inovasi dan investasi berkelanjutan, Indocement tidak hanya memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin industri yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, tetapi juga memberikan contoh nyata bahwa praktik bisnis berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi serta melindungi planet ini untuk generasi yang akan datang.
Indocement berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini dan masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
PLN Cari Biang Kerok Penyebab Mati Listrik Massal di Jakarta
-
Jika PPN Jalan Tol Berlaku, Jusuf Hamka Akui Akan Ada Kenaikan Tarif
-
Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Prodia Setujui Dividen 70% Hingga Komitmen Akselerasi Inovasi Layanan
-
Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara
-
Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet
-
Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!
-
Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026
-
Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai
-
SMGR Genjot Bahan Bakar Sampah, Pangkas Ratusan Ribu Ton Batu Bara
-
Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun