Bisnis / Makro
Sabtu, 07 Maret 2026 | 11:32 WIB
Ilustrasi mudik. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Pemerintah memprediksi puncak kepadatan arus mudik Lebaran 2026 terjadi pada 16 dan 18 Maret, dengan potensi 22 juta pergerakan.
  • Strategi utama untuk mengatasi lonjakan adalah penerapan kebijakan kerja fleksibel atau WFA selama lima hari.
  • Total pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Suara.com - Pemerintah memprediksi puncak kepadatan arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada pertengahan Maret. Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas jutaan orang, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan hasil simulasi proyeksi mobilitas masyarakat menunjukkan dua tanggal yang berpotensi menjadi titik paling padat selama arus mudik.

“Memang dari hasil simulasi kami, ada dua tanggal yang pada saat mudik akan terjadi kepadatan, diperkirakan pada 16 Maret hari Senin dan 18 Maret hari Rabu,” ujar Dudy dilansir dari laman Antara, Sabtu (7/3/2026).

Lonjakan Perjalanan Bisa Tembus 22 Juta Orang

Berdasarkan simulasi Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan masyarakat secara nasional pada 16 Maret diperkirakan mencapai sekitar 21,2 juta orang.

Sementara pada 18 Maret, mobilitas diprediksi lebih tinggi lagi hingga 22 juta orang, menjadikannya salah satu puncak arus mudik Lebaran tahun ini.

Untuk mengurangi penumpukan kendaraan dan penumpang, pemerintah mengusulkan kebijakan WFA yang telah mendapat persetujuan dari presiden.

Menurut Dudy, kebijakan ini dirancang agar masyarakat memiliki fleksibilitas waktu perjalanan sehingga arus mudik tidak terkonsentrasi pada hari tertentu.

“Kami mengusulkan penerapan WFA selama lima hari agar distribusi perjalanan masyarakat lebih merata dan tidak menumpuk pada satu waktu,” jelasnya.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Diproyeksi Turun, Menhub: Pergerakan Tetap Bisa Tembus di Atas 143 Juta Orang

WFA Lima Hari untuk Mudik dan Arus Balik

Dalam rencana tersebut, WFA untuk periode mudik akan berlaku pada 16–17 Maret. Kebijakan ini diharapkan memberi kesempatan masyarakat berangkat lebih awal.

Sementara untuk arus balik Lebaran, WFA diusulkan berlangsung pada 25–27 Maret, setelah masa cuti bersama Idul Fitri berakhir.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap jumlah pergerakan masyarakat pada 16 Maret dapat turun menjadi sekitar 18–18,9 juta orang. Sedangkan pada 18 Maret diperkirakan berkurang menjadi sekitar 15,6 juta orang.

Mobilitas Sudah Naik Sejak 13 Maret

Kementerian Perhubungan juga memprediksi mobilitas masyarakat akan mulai meningkat sejak 13 Maret.

Load More