Suara.com - Program Kartu Prakerja adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kerja dan kewirausahaan masyarakat.
Program ini menawarkan bantuan biaya pelatihan kepada pencari kerja, pekerja yang terkena PHK, atau siapa saja yang ingin meningkatkan keterampilan, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.
Diluncurkan pada April 2020 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), program ini dirancang untuk membantu angkatan kerja menghadapi tantangan pasar kerja, termasuk dampak pandemi Covid-19, dengan fokus pada skilling, reskilling, dan upskilling.
Peserta yang memenuhi syarat, yaitu warga negara Indonesia atau WNI berusia 18 hingga 64 tahun yang tidak sedang menempuh pendidikan formal, dapat mendaftar melalui situs resmi www.prakerja.go.id.
Pelatihan tersedia dalam berbagai format (daring, luring, atau hybrid) dan mencakup beragam bidang seperti teknologi digital, kuliner, hingga keterampilan teknis lainnya.
Selain pelatihan, peserta juga menerima insentif finansial pasca-pelatihan untuk mendukung proses pembelajaran.
Sampai saat ini program tersebut telah menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 18,9 juta orang terdaftar hingga akhir 2024.
Program ini dikelola oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan melibatkan kerja sama dengan sektor swasta, menciptakan ekosistem pelatihan yang berbasis teknologi digital.
Meski sempat menuai kontroversi di awal peluncurannya terkait transparansi dan efektivitas, evaluasi menunjukkan bahwa prakerja berhasil meningkatkan keterampilan sekaligus memberikan dampak positif pada produktivitas angkatan kerja.
Insentif dalam Program Kartu Prakerja ini adalah salah satu komponen penting yang diberikan kepada peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.
Peserta menerima uang sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan, dengan total Rp 2.400.000. Insentif ini diberikan untuk mendukung kebutuhan peserta setelah menyelesaikan pelatihan pertama.
Ada tambahan insentif sebesar Rp 50.000 untuk setiap survei yang diisi peserta, dengan maksimal 3 survei (total Rp 150.000). Survei ini biasanya terkait evaluasi program.
Lantas bagaimana cara top up saldo Gopay dari insentif Prakerja? Berikut ulasannya.
Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan top-up saldo GoPay menggunakan insentif Kartu Prakerja:
1. Pastikan Akun GoPay Sudah Terhubung dengan Kartu Prakerja
- Pastikan akun GoPay Anda sudah di-upgrade ke GoPay Plus dengan melakukan verifikasi data menggunakan eKTP dan swafoto bersama eKTP.
- Nomor telepon yang terdaftar di akun GoPay harus sama dengan nomor yang digunakan pada akun Kartu Prakerja.
- Hubungkan akun GoPay Anda ke dashboard Kartu Prakerja melalui langkah berikut:
- Login ke akun di laman prakerja.go.id.
- Masuk ke menu Rekening/e-wallet di dashboard.
- Pilih GoPay sebagai metode pencairan.
- Masukkan nomor HP yang terdaftar di GoPay, lalu verifikasi dengan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS.
2. Tunggu Insentif Masuk ke Saldo GoPay
Setelah berhasil menghubungkan akun, insentif Kartu Prakerja akan dikirim langsung ke saldo GoPay Anda sesuai jadwal pencairan yang ditentukan oleh program Kartu Prakerja.
3. Gunakan Saldo GoPay
Saldo dari insentif ini dapat digunakan untuk berbagai transaksi, seperti:
- Membayar pelatihan online dari mitra resmi Kartu Prakerja.
- Membeli kebutuhan harian, pulsa, atau paket data melalui fitur GoTagihan.
- Berbelanja di toko online maupun offline yang mendukung pembayaran dengan QRIS.
Jika Anda ingin menambah saldo secara manual (top-up), bisa dilakukan melalui transfer bank atau merchant yang bekerja sama dengan Gojek.
Namun demikian, untuk insentif Kartu Prakerja, saldo akan langsung masuk secara otomatis setelah pencairan berhasil dilakukan.
Berita Terkait
-
Luhut Pede Makin Banyak Dana Asing Masuk IHSG Usai Reformasi Pasca 'Geger MSCI'
-
Khofifah Jadi Saksi Kasus Hibah Pokir DPRD Jatim
-
Datangi BPK soal Kasus Kuota Haji, Pihak Gus Yaqut Tegaskan Tak Ada Aliran Dana
-
8 Tips Kelola Reksadana saat Pasar Turun agar Investasi Tetap Cuan
-
Klarifikasi Mekanisme Dana Hibah, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Khofifah 12 Februari
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Jangan Hanya Sibuk Nongkrong, Gen Z Harus Punya Asuransi
-
Deretan Saham Konsumsi dan Ritel yang Berpotensi Cuan saat Ramadan 2026
-
Pulihkan Ekonomi Pascabencana, Pemerintah Kucurkan Ratusan Miliar Bantuan Rumah di Aceh
-
IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Ini Jadwal Resmi Bursa dan Analisisnya
-
15 Ide Usaha saat Ramadan, Modal Minim di Bawah 1 Juta
-
Lawan Inflasi Global, Begini Cara Amankan Aset Keluarga
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket
-
Kepercayaan Pengguna Antar CEO Indodax Jadi Sosok Berpengaruh Lini Aset Digital
-
Regulasi Baru Disebut Bisa Pukul Kesejahteraan Petani Tembakau
-
Awas! Praktik Jual-Beli Rekening Bisa Dijerat Hukum Penjara