Panduan Mudah Top Up OVO di Bank Mandiri, BCA dan BRI. [ilustrasi]
Suara.com - Cara mengisi saldo atau top up OVO melalui bank bisa dilakukan dengan cara mudah, bahkan sambil rebahan. Anda harus mengikuti panduan yang disediakan oleh bank.
Anda harus memenuhi syarat minimal top up sebesar Rp20.000 dan dikenakan biaya administrasi Rp1.000 per transaksi.
Berikut ini cara top up OVO melalui tiga bank yakni Bank Mandiri, BCA dan BRI.
Bank Mandiri
ATM
- Masukkan kartu ATM dan PIN Mandiri Anda
- Pilih menu Bayar/Beli
- Pilih menu Lainnya, pilih menu Lainnya kembali
- Pilih menu E-Commerce
- Masukkan kode OVO 60001
- Masukkan nomor ponsel Anda: 08xx-xxxx-xxxx
- Masukkan nominal top-up
- Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi
Mandiri Online
- Login ke akun Mandiri Online Anda
- Pilih menu Pembayaran
- Pilih menu Buat Pembayaran Baru
- Pilih menu Multipayment
- Pilih OVO dan masukkan nomor ponsel Anda: 08xx-xxxx-xxxx
- Masukkan nominal top-up
- Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi
Mandiri Internet
- Login ke akun Mandiri Internet Anda
- Pilih menu Pembayaran
- Pilih menu Multipayment
- Pilih OVO dan masukkan nomor ponsel Anda: 08xx-xxxx-xxxx
- Masukkan nominal top-up
- Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi
Debit Card
- Login ke akun OVO Anda
- Pilih menu Top Up pada halaman Home
- Pilih metode Top Up dari Kartu Debit
- Lengkapi form untuk menyelesaikan transaksi
- Anda akan menerima notifikasi Transfer OVO Cash setelah berhasil
Bank BCA
Baca Juga: Cara Mengatasi OVO Tidak Bisa Scan QRIS, Mudah dan Praktis!
ATM
- Masukkan kartu ATM dan PIN BCA Anda
- Pilih menu Transaksi Lainnya
- Pilih menu Transfer
- Pilih menu Ke Rek BCA Virtual Account
- Masukkan 39358 + nomor ponsel Anda: 39358 + 08xx-xxxx-xxxx
- Masukkan nominal top-up
- Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi
m-BCA
- Login ke akun m-BCA Anda
- Pilih menu m-Transfer
- Pilih BCA Virtual Account
- Masukkan 39358 + nomor ponsel Anda: 39358 + 08xx-xxxx-xxxx
- Masukkan nominal top-up
- Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi
Klik BCA
- Login ke akun Klik BCA Anda
- Pilih menu Transfer Dana
- Pilih Transfer ke BCA Virtual Account
- Masukkan 39358 + nomor ponsel Anda: 39358 + 08xx-xxxx-xxxx
- Masukkan nominal top-up
- Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi
Bank BRI
BRI Internet
- Login ke akun BRI Internet Banking Anda
- Pilih menu Pembayaran
- Pilih BRIVA
- Masukkan 88099 + nomor ponsel Anda: 88099 08xx-xxxx-xxxx
- Masukkan nominal transfer
- Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi
BRI Mobile
Komentar
Berita Terkait
-
Deretan Insiden Persebaya vs Persib: Benturan Horor Federico Barba hingga Kekonyolan Adam Alis
-
Soroti Kepemimpinan Wasit, Marc Klok Sebut Persib Harusnya Menang atas Persebaya
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Persaingan Juara BRI Super League, Pelatih Borneo FC Singgung Persib Bandung
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
BEI Mulai Buka Akses Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen
-
Indonesia Mulai Impor Minyak dari AS saat Perang Iran Memanas, Antisipasi BBM Naik
-
Tepis Kekhawatiran, Bahlil Pastikan Pasokan Batubara PLN Terjaga
-
Indeks Saham AS Merosot Secara Massal Imbas Konflik dengan Iran
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
-
PT SMI Klaim Pembiayaan Proyek Masih Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah
-
Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional