Suara.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (26/3/2025) yang menjadi perhatian utama pelaku pasar keuangan.
Sebagai salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia dengan aset mencapai Rp1.250 triliun, agenda rapat tahunan ini dinilai akan menentukan arah strategis perusahaan di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak.
Kinerja keuangan BNI sepanjang tahun 2024 menunjukkan ketahanan yang baik dengan laba bersih mencapai Rp21,5 triliun, tumbuh 2,87% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 8,5% dan pertumbuhan fee based income sebesar 12,3%. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam laporan tahunannya menyatakan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari transformasi digital yang konsisten dijalankan perusahaan.
Transformasi digital BNI memang menjadi salah satu pengungkit utama kinerja. Peluncuran aplikasi mobile banking 'wondr by BNI' untuk segmen ritel dan 'BNIdirect' untuk korporasi berhasil meningkatkan jumlah nasabah aktif digital sebesar 28% menjadi 15,2 juta pengguna. Dampaknya terlihat pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp805,5 triliun di akhir 2024, dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 65% dari total DPK.
Dalam RUPST kali ini, salah satu agenda utama adalah pembahasan rencana peningkatan rasio pembagian dividen dari 50% menjadi 55-60% dari laba bersih. Jika proposal ini disetujui, estimasi dividen per saham akan mencapai Rp345,28 dengan total pembagian dividen sebesar Rp12,87 triliun. Kebijakan ini menunjukkan komitmen BNI untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sambil tetap mempertahankan kecukupan modal dengan CAR sebesar 21,4%.
Selain dividen, manajemen juga mengajukan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp1,5 triliun atau sekitar 10% dari modal disetor. Langkah strategis ini bertujuan untuk menstabilkan harga saham di pasar sekunder sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis ke depan. Analis pasar memprediksi kebijakan buyback ini akan memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham BNI di bursa.
Agenda lain yang tak kalah penting adalah penetapan kebijakan remunerasi direksi dan dewan komisaris untuk periode 2025-2027. Rapat akan menentukan struktur kompensasi yang mencakup gaji pokok, tunjangan kinerja, serta berbagai insentif jangka panjang. Selain itu, RUPST juga akan memilih kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun 2025.
Momen penting lainnya dalam RUPST kali ini adalah proses suksesi kepemimpinan. Royke Tumilaar yang telah memimpin BNI sejak September 2020 akan mengakhiri masa jabatannya. Berbagai spekulasi muncul mengenai penggantinya, dengan nama Putrama Wahju Setyawan yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama disebut-sebut sebagai kandidat terkuat. Putrama memiliki pengalaman panjang di industri perbankan, termasuk pernah memimpin PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sebelum kembali ke BNI pada 2022.
Tidak hanya Royke, tiga direktur lainnya yaitu Novita Widya Anggraini (Direktur Keuangan), David Pirzada, dan Ronny Venir juga diprediksi akan mengakhiri masa tugas mereka. Pergantian jajaran direksi ini dinilai akan membawa angin segar bagi strategi bisnis BNI ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi perbankan dan persaingan yang semakin ketat.
Baca Juga: Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS: Dongkrak Kepercayaan Investor, Efek Jangka Pendek?
Para analis memprediksi RUPST BNI tahun ini akan menjadi tonggak penting dalam menentukan arah strategis perusahaan. Beberapa isu krusial yang perlu mendapat perhatian antara lain strategi penguatan modal inti, ekspansi pembiayaan ke sektor-sektor produktif, serta penguatan layanan digital untuk bersaing dengan fintech dan bank digital.
Di tengah proyeksi perlambatan ekonomi global, BNI diharapkan dapat memainkan peran strategisnya sebagai agent of development dengan terus mendukung program-program prioritas pemerintah seperti pembiayaan infrastruktur, pengembangan UMKM, serta program ketahanan pangan dan energi. Kinerja BNI di tahun 2025 akan sangat bergantung pada keputusan-keputusan strategis yang dihasilkan dalam RUPST kali ini.
Dengan berbagai agenda penting yang dibahas, RUPST BNI 2025 tidak hanya menjadi concern para pemegang saham, tetapi juga seluruh stakeholder industri perbankan nasional. Hasil rapat ini diharapkan dapat memberikan kejelasan arah bagi strategi bisnis BNI di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Berita Terkait
-
RUPS BNI, Bocoran Direksi Baru dan Tunjangan Jumbo yang Bakal Diterima
-
Laba Meroket, RUPST Bank Mandiri Setujui Pembagian Dividen Rp43,5 Triliun
-
Bocoran RUPS BNI: Sosok Calon Dirut Baru, Dividen dan Rencana Buyback Saham
-
Bank BRI Tebar Dividen Jumbo Rp 51,74 Triliun
-
Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS: Dongkrak Kepercayaan Investor, Efek Jangka Pendek?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Rupiah Masih Masuk Zona Merah, Dolar AS Menguat ke Level Rp16.874
-
Harga Emas Antam Makin Mahal, Hari Ini Dibanderol Rp 2.652.000/Gram
-
IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900
-
Lebih Rendah, Ekonomi Indonesia Diramal Mentok 5,2 Persen di 2026
-
IHSG di Titik Krusial, Tetap Berpotensi Rebound Meski Waspada Koreksi Lanjutan
-
Terhubung Judol, 5.284 Akun QRIS Ditutup!
-
5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network
-
Target Lifting Minyak Pertamina di 2025 Terlampaui, Pakar Bilang Begini
-
Harga Saham RMKE Ditarget 10.000, Ini Profil Pemiliknya
-
IBOS EXPO 2026 Siap Digelar Awal Tahun, Buka Peluang Bisnis dan Dorong Pertumbuhan Wirausaha