Kenaikan harga BBM dapat memicu inflasi karena biaya transportasi dan produksi meningkat. Hal ini berdampak pada harga barang dan jasa yang juga ikut naik, sehingga membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Di sisi lain, subsidi BBM yang terlalu besar dapat membebani anggaran negara dan menghambat investasi di sektor lain yang lebih produktif. Meskipun demikian, BBM bukan tanpa masalah.
Pembakaran BBM menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, pengembangan energi alternatif dan upaya efisiensi energi menjadi semakin penting.
Penggunaan kendaraan listrik, biofuel, dan energi terbarukan lainnya perlu terus didorong untuk mengurangi ketergantungan pada BBM dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Di masa depan, peran BBM mungkin akan berkurang seiring dengan perkembangan teknologi dan transisi menuju energi bersih.
Namun, untuk saat ini, BBM masih menjadi nadi penting bagi perekonomian Indonesia dan dunia. Pengelolaan yang bijaksana dan berkelanjutan terhadap sumber daya ini sangat penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkeadilan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Tangani Bencana di Sumatera, Kementerian PU Sudah Kerahkan 1.709 Alat Berat
-
Banjir Bandang Susulan Terjang Agam, Kementerian PU Fokus Pulihkan Akses dan Air Bersih
-
IHSG Sesi I: Selangkah Lagi 9.000, Sektor Energi Pimpin Reli Penguatan
-
Cadangan Devisa Indonesia Meroket Tembus Rp2.629 Triliun di Akhir Tahun 2025
-
Insentif Rumah Diperpanjang Purbaya, Menperin Ungkap Efeknya Bagi Industri
-
Bangkrut, OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Suliki Gunung Mas
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
Rupiah Masih Lemas, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
UU APBN 2026: Defisit Anggaran Dipatok 2,68% Tahun Ini
-
UU APBN 2026: Belanja Negara Tembus Rp 3.842 Triliun