Suara.com - Pasca Hari Raya Idulfitri Tahun 2025 M, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengimbau kepada seluruh nasabah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang kerap mengalami peningkatan pasca libur panjang.
Hal ini tidak lepas karena prediksi lonjakan signifikan aktivitas transaksi digital yang biasanya terjadi selama hingga pasca hari raya.
Momen liburan panjang seperti Idulfitri selalu menjadi periode rawan bagi keamanan transaksi digital. Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, terjadi peningkatan hingga 40% upaya penipuan digital selama masa liburan.
Fenomena ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk meningkatnya volume transaksi, mobilitas masyarakat yang tinggi, serta kecenderungan orang untuk lebih mudah tergoda oleh berbagai penawaran menarik di musim liburan.
BRI mengidentifikasi beberapa pola kejahatan siber yang paling sering muncul di periode liburan. Teknik phishing melalui email atau SMS berisi tautan palsu yang dirancang menyerupai situs resmi BRI menjadi modus yang paling banyak ditemui.
Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak bank dan meminta korban untuk memasukkan data sensitif seperti username, password, atau PIN melalui formulir online yang tampak resmi. Modus lain yang kerap terjadi adalah social engineering, dimana penipu berpura-pura sebagai petugas bank melalui telepon untuk mendapatkan informasi rahasia nasabah.
Selain itu, marak pula kasus akun media sosial palsu yang meniru akun resmi BRI untuk menawarkan berbagai promo atau hadiah palsu. Tidak jarang, penipuan berkedok undian atau hadiah juga muncul dengan modus meminta transfer sejumlah uang sebagai biaya administrasi sebelum hadiah dikirimkan. BRI menegaskan bahwa semua program resmi dari bank selalu diumumkan melalui kanal komunikasi resmi yang dapat diverifikasi keasliannya.
Untuk melindungi nasabah dari berbagai ancaman tersebut, BRI memberikan serangkaian rekomendasi penting. Pertama, nasabah diimbau untuk selalu menggunakan jaringan internet pribadi yang aman saat mengakses layanan perbankan digital, dan menghindari penggunaan WiFi publik yang rentan terhadap penyadapan. Kedua, pengaktifan fitur verifikasi dua langkah (2FA) pada semua layanan perbankan digital menjadi langkah proteksi tambahan yang sangat disarankan.
BRI juga menekankan pentingnya rutin memperbarui aplikasi BRImo ke versi terbaru, karena setiap pembaruan biasanya mengandung peningkatan sistem keamanan untuk menangkal metode penipuan terbaru. Nasabah diingatkan untuk selalu memverifikasi keaslian informasi hanya melalui kanal resmi BRI yang memiliki tanda centang biru di platform media sosial, serta website resmi bri.co.id.
Baca Juga: KUR BRI Dukung Usaha Semakin Luas dan Berkembang Pesat
Di balik layanan, BRI terus memperkuat infrastruktur keamanan siber dengan berbagai inovasi terkini. Bank ini telah menerapkan teknologi enkripsi mutakhir untuk semua transaksi digital, dilengkapi dengan sistem deteksi anomali transaksi real-time yang mampu mengidentifikasi pola-pola mencurigakan.
Tidak hanya itu, BRI juga melakukan pelatihan berkelanjutan bagi seluruh karyawan dalam menangani berbagai ancaman siber, serta menjalin kemitraan strategis dengan lembaga keamanan siber terkemuka untuk pemantauan 24 jam.
BRI telah mengalokasikan dana khusus sebesar Rp200 miliar di tahun 2025 khusus untuk pengembangan sistem keamanan digital. Investasi ini mencakup peningkatan kapasitas sistem, pengembangan tim ahli keamanan siber, serta edukasi berkelanjutan bagi nasabah.
Alasannya karena keamanan transaksi digital adalah prioritas utama BRI.
Bagi nasabah yang menemukan aktivitas mencurigakan atau menjadi korban upaya penipuan, BRI menyediakan berbagai saluran pelaporan. Contact Center BRI 1500017 yang beroperasi 24 jam siap menerima pengaduan, begitu pula dengan layanan WhatsApp SABRINA di nomor 0812 1214 017. Nasabah juga dapat melaporkan langsung melalui fitur khusus di aplikasi BRImo atau mengirim email ke alamat resmi pengaduan@bri.co.id.
BRI secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data sensitif nasabah melalui telepon, SMS, atau email. Semua komunikasi resmi hanya dilakukan melalui kanal yang telah ditentukan dan dapat diverifikasi keasliannya. Bank ini juga mengingatkan nasabah untuk tidak mudah tergoda oleh berbagai penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, terutama yang meminta informasi pribadi atau transfer dana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih