6. KA Airlangga (Surabaya – Pasarsenen): 87.948 pelanggan
7. KA Ambarawa Ekspres (Surabaya – Semarang): 85.660 pelanggan
8. KA Kamandaka (Purwokerto – Semarang): 77.478 pelanggan
9. KA Sawunggalih (Kutoarjo – Pasarsenen): 76.983 pelanggan
10. KA Sribilah Utama (Rantau Prapat – Medan): 72.767 pelanggan
Sebagian besar KA di atas memiliki kelas ekonomi sebagai dominan formasi tempat duduk, membuktikan bahwa layanan ini tidak hanya banyak peminat, tetapi juga menjangkau berbagai kalangan masyarakat di berbagai daerah. Keberadaan KA ekonomi membantu menjembatani konektivitas lintas wilayah dengan biaya yang terjangkau.
Meski bertarif terjangkau, KAI tetap menjaga standar pelayanan KA ekonomi melalui peningkatan kenyamanan, perawatan sarana, serta penyediaan fasilitas yang mendukung kelancaran perjalanan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat persepsi positif masyarakat terhadap layanan KA ekonomi yang kini semakin modern.
"Pencapaian ini memperlihatkan bahwa layanan KAI diterima secara luas oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi mendukung mobilitas nasional yang aman, andal, dan inklusif," limbuh Anne.
KAI meyakini bahwa transportasi massal seperti kereta api akan terus menjadi pilihan strategis dalam menjawab tantangan mobilitas, terutama saat lonjakan permintaan seperti musim mudik untuk terhindar dari kemacetan. Dengan infrastruktur yang terus ditingkatkan dan pelayanan yang konsisten, KAI optimis dapat terus memenuhi ekspektasi pelanggan ke depan.
Baca Juga: Sepi Pemudik, Konsumsi BBM Alami Penurunan Selama Mudik Lebaran
"KAI menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanannya selama Angkutan Lebaran 2025 kepada kereta api. KAI akan terus menghadirkan layanan terbaik demi kenyamanan, keamanan, dan kemudahan perjalanan masyarakat Indonesia," pungkas Anne.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM