Suara.com - Fenomena bagi-bagi saldo melalui DANA Kaget belakangan kembali marak di berbagai platform digital.
Banyak pengguna aplikasi dompet digital ini berlomba-lomba memburu link DANA Kaget untuk mendapatkan saldo gratis.
Namun, di tengah antusiasme tersebut, tak sedikit pula yang justru terjebak dalam link palsu yang berujung pada pencurian data dan saldo.
Pada Rabu, 16 April 2025, kembali beredar tautan yang diklaim sebagai link resmi DANA Kaget.
Bagi yang tertarik, memang cukup klik tautannya, lalu sistem akan memproses pengisian saldo otomatis ke akun DANA pengguna.
Namun sebelum buru-buru mengklaim, penting untuk memahami potensi risikonya.
Jangan Sampai Tertipu, Kenali Modus Penipuan Berkedok DANA Kaget
Seiring meningkatnya popularitas DANA Kaget, penipuan digital pun ikut berkembang. Berikut beberapa modus umum yang digunakan pelaku kejahatan siber:
Penipuan Kode OTP (One-Time Password)
Baca Juga: Pulang Kerja, Nunggu Angkutan Umum, Jangan Lupa Cek Link Dana Kaget: Dapat Saldo Rp200 Ribu
Penipu menyamar sebagai petugas resmi dan meminta Anda membagikan kode OTP yang dikirim ke ponsel. Jika diberikan, mereka bisa masuk ke akun Anda dan menguras saldo.
Social Engineering
Melalui manipulasi psikologis, pelaku bisa berpura-pura menjadi teman atau kerabat, lalu menciptakan situasi darurat untuk memancing informasi penting dari korban.
Phishing
Dalam skema ini, korban diarahkan ke situs palsu yang menyerupai tampilan resmi DANA. Di sana, mereka diminta memasukkan username dan password yang kemudian disalahgunakan.
Malware dan Virus
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026