Suara.com - PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank) akhirnya menyelesaikan proses migrasi sistem core banking ke Next Generation Banking System (NGBS) pada akhir pekan lalu.
Kali ini NGBS telah aktif sepenuhnya untuk operasional layanan perbankan KB Bank yang lebih cepat, aman, dan andal.
Direktur Utama KB Bank, Woo Yeul Lee menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan selama proses migrasi berlangsung.
“Keberhasilan migrasi NGBS adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan layanan perbankan yang relevan dengan kebutuhan perbankan masa kini dan di masa mendatang. Kini, nasabah dapat menikmati pengalaman bertransaksi yang lebih cepat dan aman secara seamless di semua kanal layanan KB Bank baik secara daring maupun di kantor cabang,” ujarnya.
Selama proses migrasi, layanan KB Bank mengalami keterbatasan akses. KB Bank menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan serta berterima kasih atas pengertian dan kesabaran nasabah selama proses migrasi tersebut.
Migrasi sistem core banking ke NGBS adalah tonggak penting dalam transformasi digital KB Bank. KB Bank berkomitmen untuk menjawab harapan nasabah yang terus berkembang di tengah kemajuan teknologi dan gaya hidup digital.
Dengan NGBS yang kini resmi digunakan di seluruh jaringan KB Bank, nasabah dapat merasakan sejumlah peningkatan dalam layanan perbankan KB Bank, antara lain;
· Akses yang lebih stabil dan terintegrasi, memastikan pengalaman layanan yang konsisten dan seamless di seluruh kantor cabang serta kanal digital seperti mobile dan internet banking.
· Pengelolaan data yang lebih akurat untuk memberikan layanan yang lebih personal bagi nasabah sesuai dengan kebutuhan layanan perbankannya.
Baca Juga: BSI Alami Lonjakan Transaksi 40%, Apa Penyebabnya?
· Sistem keamanan yang ditingkatkan melalui teknologi fraud detection dan perlindungan data terbaru memastikan ketenangan nasabah dalam setiap transaksi.
Adanya sistem baru ini, KB Bank tidak hanya siap memberikan layanan yang lebih baik hari ini, tetapi juga menyiapkan fondasi kokoh untuk menghadirkan inovasi di masa mendatang.
KB Bank memastikan bahwa tim layanan pelanggan siap membantu nasabah yang masih membutuhkan penyesuaian pasca-migrasi melalui Halo KB Bank di 14005 atau email ke customer_care@kbbank.co.id. ***
Berita Terkait
-
Orang Kaya Amerika Serikat Banyak Kabur Bawa Uang, Ternyata Simpan di Bank Ini
-
Bangkrut, OJK Tutup Bank Perekonomian Rakyat Syariah Gebu Prima
-
Tanpa Tedeng Aling-aling, Pramono Sebut Bank DKI Tidak Dikelola Profesional: Banyak Kasus Terus!
-
Harga Emas Terus Naik, BSI Raup Cuan Rp 772 Miliar
-
Migrasi ke NGBS, KB Bank Perkuat Komitmen Layanan Cepat dan Aman
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Media Asing Soroti Lunaknya Prabowo di Hadapan Trump
-
Riset Ungkap Fakta di Balik Kritik Medsos Soal MBG
-
Tenor Rumah Subsidi Diperpanjang Jadi 30 Tahun, Pemerintah Klaim Cicilan Lebih Ringan
-
CEO World Economic Forum Mundur Usai Hubungannya dengan Jeffrey Epstein Terkuak
-
Negosiasi AS-Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah
-
Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI
-
Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI
-
Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat
-
Harga Emas Antam Makin Mahal Dipatok Rp 3,04 Juta/Gram, Berikut Daftarnya