Suara.com - Kehadiran superapp BYOND by BSI membawa banyak kemudahan dan kemaslahatan bagi masyarakat. Sepanjang Ramadan hingga Idulfitri lalu yakni Maret hingga awal April, pengguna BYOND by BSI tumbuh menjadi lebih dari 3,6 juta dengan jumlah transaksi mencapai lebih dari 36 juta transaksi. Naik 40% month to date sejak Februari-Maret 2025.
SEVP Digital Banking BSI Saut Parulian Saragih mengatakan salah satu fitur yang paling diminati oleh para pengguna BYOND by BSI selama bulan Ramadan adalah Fitur Bayar Beli, yang mengalami peningkatan lebih dari 3 juta transaksi. Dirinya menyebut peningkatan ini merupakan bukti bila BSI saat ini sudah menjadi sabahat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual.
“Byond by BSI saat ini terus mengalami peningkatan positif sejak diluncurkan 5 bulan yang lalu. Ini tentu sejalan dengan cita-cita BSI untuk menjadi sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual bagi masyarakat. BSI akan terus meningkatkan fitur di BYOND by BSI agar semakin banyak dan relevan untuk menjawab setiap kebutuhan masyarakat,” katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (9/4/2025).
Selain fitur-fitur finansial, "BYOND by BSI juga menawarkan fungsi sosial melalui fitur-fiturnya seperti fitur zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Selain itu, BYOND by BSI juga dilengkapi dengan fitur-fitur spiritual untuk memenuhi kebutuhan spiritual penggunanya. Diantaranya penunjuk waktu sholat, arah kiblat, dan masjid terdekat,” tuturnya.
Saat ini nasabah dapat dengan mudah melakukan investasi emas lewat BYOND by BSI, BSI merupakan salah satu bank yang mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan bisnis bulion atau bank emas. Keunggulan investasi emas melalui BYOND by BSI yakni harga yang kompetitif, transaksi yang aman, mudah, dan bisa diakses di mana pun dan kapan pun.
BSI juga menghadirkan berbagai program promo spesial berupa diskon dan cashback melalui superapps BYOND by BSI, BSI Debit Card dan BSI Hasanah Card terutama pada momen libur. Terlebih, pada momen libur kemarin, terjadi lonjakan transaksi pengguna kartu BSI.
Oleh karena itu, lanjutnya, superapp BYOND by BSI yang sejak awal hadir sebagai Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual, turut berkontribusi aktif dalam menjaga perputaran ekonomi di tengah-tengah masyarakat.
“BSI berharap layanan kami dapat memenuhi kebutuhan nasabah untuk semua kalangan, nasabah juga bisa melakukan transaksi ZISWAF melalui BYOND by BSI,” tutupnya.
Sebelumnya, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI berkomitmen terus meningkatkan jumlah BSI Agen (layanan laku pandai) hingga 123.000, seiring meningkatnya minat masyarakat dalam bertransaksi keuangan syariah dan mendorong literasi serta inklusi perbankan dan keuangan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
BSI Agen merupakan perpanjangan tangan BSI dalam memberikan layanan perbankan dan keuangan syariah tanpa kantor (branchless banking). BSI Agen memiliki peran sentral dalam memberikan layanan perbankan dan keuangan syariah, khususnya bagi masyarakat yang masih jauh dari layanan kantor cabang perseroan.
Baca Juga: Perluas Layanan Pelosok, BSI Targetkan 123 Ribu Agen hingga Akhir 2025
Direktur Distribution & Sales BSI Anton Sukarna perseroan berkomitmen terus menambah jumlah BSI Agen karena minat masyarakat bertransaksi keuangan syariah yang meningkat. Langkah ini juga sejalan dengan upaya perseroan untuk memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran BSI Agen yang semakin masif di seluruh Indonesia.
“Tahun ini kami menargetkan jumlah BSI Agen mencapai 123.000 agen. BSI Agen tentunya mendorong serta semakin memperkuat inklusi perbankan syariah dari BSI. Dengan demikian BSI berharap bisa memperkuat ekosistem syariah hingga daerah-daerah yang belum terjangkau kantor cabang. Harapannya ekonomi syariah ini menjadi lebih berdampak, bagi masyarakat,” tutur Anton.
Hingga Maret 2025 jumlah BSI Agen di seluruh Indonesia mencapai 115.748 agen. Saat ini sebaran terbanyak BSI Agen ada di wilayah Sumatera yaitu di Regional Aceh dan Medan, dan di wilayah Regional Surabaya. Adapun hingga Maret 2025, total transaksi melalui BSI Agen mencapai 7,5 juta kali transaksi dengan nominal mencapai Rp18,4 miliar. Anton optimistis jumlahnya melonjak pada Ramadan lalu, dan akan terus naik sepanjag tahun 2025, sedangkan sepanjang tahun lalu transaksi melalui agen laku pandai BSI ini tumbuh sekitar 34,67% secara tahunan dengan volume mencapai Rp59 triliun.
Berita Terkait
-
Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari
-
Dibalik Integrasi Perbankan: Mengapa Sistem Universal Banking Bisa Menghancurkan Stabilitas Ekonomi?
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Transaksi Digital Makin Mudah, OVO Ingatkan Bahaya Pengeluaran Kecil yang Diam-Diam Menguras Gaji
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026
-
Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik
-
Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
-
Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z