Cek Fakta Pernyataan Wamen BUMN
Pernyataan Wamen BUMN yang menyebut bahwa Indonesia akan pertama kalinya mengoperasikan KRL buatan dalam negeri terbukti tidak akurat. Fakta sejarah menunjukkan bahwa KRL buatan Indonesia sudah pernah dioperasikan sejak tahun 1994 melalui KRL BN-Holec dan dilanjutkan oleh KRL-I pada awal 2000-an.
Meskipun terdapat berbagai kendala teknis dan operasional yang dihadapi KRL buatan lokal tersebut, hal ini tidak menghapus kenyataan bahwa Indonesia sudah lebih dahulu memproduksi dan mengoperasikan KRL sendiri, jauh sebelum momen peringatan 100 tahun KRL.
Oleh karena itu, penting bagi para pejabat publik untuk menyampaikan informasi dengan akurat dan berdasarkan fakta sejarah agar tidak menimbulkan kesan negatif dan kontroversi, apalagi mengabaikan fakta sejarah.
Tentunya, pejabat publik harus selalu mengkroscek fakta sebelum membuat pernyataan. Kebenaran informasi yang disampaikan tidak hanya menjaga kredibilitas pribadi, tetapi juga reputasi institusi yang diwakili.
Kesalahan dalam menyampaikan fakta dapat memicu kebingungan dan mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan. Demikianlah informasi terkait cek fakta terhadap pernyataan Wamen BUMN.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
-
6 Drama China yang Diadaptasi dari Novel Ma Boyong, Terbaru The Mutations
-
Terungkap! Komnas HAM Temukan Dokumen Lama Nyatakan Sirkus OCI Unit Bisnis Puskopau
-
Begini Nasib Merger KAI-INKA, Keputusan Kini Ada di Danantara
-
KRL Jabodetabek Bakal Gunakan Kereta Buatan INKA, Layak Pakai?
-
Ulasan Novel 1984: Distopia yang Semakin Relevan di Dunia Modern
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Kenaikan Harga Emas di Pegadaian, Beli Kemarin Sudah Dapat Untung Banyak
-
Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global
-
Indonesia Semakin Dekat Garap Proyek Nuklir Bareng Rusia
-
Target Harga BUMI Saat Sahamnya Hancur Lebur Ditekan Aksi Jual Massal
-
Mengenal ORI029: Imbal Hasil Tetap Hingga 6 Tahun dan Cara Beli
-
Profil PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP): Pemegang Saham dan Kinerja
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Bisa Dibeli Hari Ini, Simak Jadwal Lengkapnya
-
Promo Tiket Pesawat Pelita Air Periode 1-28 Februari 2026
-
Daftar Website Freelance 2026 dengan Gaji Dolar
-
Rincian Gaji dan Skema Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG Makan Bergizi Gratis