Suara.com - Wujud komitmen PLN Indonesia Power (PLN IP) dalam mendukung iklim kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan di lingkungan kerja kembali mendapatkan pengakuan. Srikandi PLN Indonesia Power, Direktur Keuangan dan Management Resiko Endang Astharanti mendapatkan anugerah Women’s Inspiration Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan pengabdiannya di bidang ketenagalistrikan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Arifah Fauzi dalam sambutannya menyampaikan bahwa para perempuan yang menerima penghargaan ini tak sekadar meraih pencapaian pribadi, namun telah menjadi cahaya harapan dan sumber kekuatan bagi lingkungan sekitarnya.
“Kisah Saudari hari ini akan menjadi pelita bagi generasi penerus, mengingatkan kita semua bahwa tak ada batas bagi perempuan yang bermimpi besar dan berjuang dengan sepenuh hati,” ujar Arifah.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, PLN Indonesia Power memberikan ruang yang sama bagi kaum perempuan untuk berkiprah dalam menjalankan bisnis perusahaan, hal ini terbukti dengan adanya jabatan direksi yang diisi oleh kaum perempuan, yaitu Direktur Keuangan dan Management Resiko yang dijabat oleh Endang Astharanti.
"Kita buktikan PLN Indonesia Power menerapkan kesetaraan gender dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kaum perempuan untuk menempati posisi-posisi penting diberbagai lini, baik itu di manajemen maupun di operasional," kata Edwin.
Menurut Edwin, Srikandi PLN telah membantu manajemen mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan perusahaan, serta berupaya untuk memastikan keberlangsungan program strategis perusahaan.
"Para Srikandi ini pun telah terbukti mampu mendukung kinerja perusahaan dan memberikan pelayanan pemenuhan kebutuhan pasokan listrik secara optimal," ujarnya.
Sebagai salah satu direksi di subholding kelistrikan, Endang Astharanti mempunyai komitmen yang tinggi untuk turut serta menjaga pasokan listrik tanah air, tak heran jika kinerja direktorat dibawah kepemimpinannya yaitu direktorat keuangan dan manajemen resiko mencatatkan prestasi gemilang dalam beberapa tahun terakhir. Wanita yang menyelesaikan Master of Business Administration di Nanyang Technology University ini juga aktif pada organisasi Srikandi BUMN dan di daulat sebagai ketua Srikandi PLN Indonesia Power.
Endang Astharanti pun dianggap memberikan aksi nyata pemberdayaan perempuan untuk menjalankan program unggul dan tentunya memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sehingga mendapatkan penghargaan dalam kategori Women in Business Leadership dengan Sub Kategori Women Empowerment yang diselenggarakan oleh iNews Media Group, pada Selasa, 30 April 2025.
Baca Juga: PLN IP Berdayakan Penyandang Disabilitas untuk Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik
Pada kesempatan itu, Endang Astharanti mengungkapkan bahwa sektor ketenagalistrikan merupakan sektor yang sering kali dianggap maskulin, namun PLN Indonesia Power tetap mengedepankan kesetaraan gender dengan memberikan kesempatan yang sama untuk perempuan dan laki-laki untuk berprestasi.
"Kami di perusahaan tertutama di sektor energi yang dianggap sebagai sektor yang maskulin itu tetap mengedepankan kesetaraan gender, memberikan kesempatan yang sama baik itu laki atau perempuan dapat sama-sama berprestasi. Dan tidak hanya itu, kami juga mendukung dengan lingkungan kerja yang baik sehingga dapat memberikan kesempatan yang sama bagi siapapun untuk bisa berprestasi tanpa memandang gender nya apa," tutup Endang.
Kesetaraan gender adalah prinsip fundamental yang mengakui bahwa semua individu, terlepas dari jenis kelamin mereka, memiliki hak, kesempatan, dan perlakuan yang sama. Ini bukan hanya tentang perempuan, tetapi tentang menciptakan masyarakat yang adil dan inklusif bagi semua.
Ketika perempuan dan laki-laki memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, dan kepemimpinan, potensi masyarakat secara keseluruhan dapat berkembang pesat. Kesetaraan gender mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kualitas hidup.
Memerangi stereotip gender, diskriminasi, dan kekerasan berbasis gender adalah langkah penting untuk mencapai kesetaraan. Dengan bekerja sama, kita dapat membangun dunia di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk mencapai impian mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen
-
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
-
Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan
-
Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang
-
Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia
-
Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri
-
Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara