Bisnis / Keuangan
Senin, 05 Mei 2025 | 09:17 WIB
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kondisi global yang mulai stabil, terutama dari sisi geopolitik dan perdagangan, akan memberi ruang lebih besar bagi investor untuk kembali fokus pada fundamental. Ini menjadi landasan penting bagi pergerakan IHSG ke depan," kata Fanny.

Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pasar Asia juga ikut merespons positif kabar baik dari China. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,74 persen, Nikkei 225 Jepang naik 1,04 persen, sementara ASX 200 Australia menanjak 1,31 persen.

Meski pasar China tutup karena libur Hari Buruh, dampak sentimen tetap terasa luas di kawasan Asia Pasifik.

Dari sisi teknikal, IHSG kini mengincar level resistance di 6.850. Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan terbuka lebar. Namun, apabila gagal menembus resistance tersebut, pasar berpotensi mengalami koreksi minor dengan support kuat berada di kisaran 6.750-6.780. "Secara teknikal, IHSG berada dalam tren naik jangka pendek. Kami tetap optimistis selama support kunci terjaga dan investor terus merespons positif data dan sentimen global," kata Fanny.

Load More