Suara.com - Sebuah ironi pahit terungkap dalam diskusi publik di Gedung Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2025).
Pimpinan Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng, membuka mata publik terhadap realita getir yang dihadapi para pekerja informal dari kelompok miskin dan miskin ekstrem.
Di tengah himpitan ekonomi, uang belasan ribu rupiah untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan ternyata harus "bertarung" sengit dengan kebutuhan mendasar akan sebakul beras.
Robert mengungkapkan bahwa para pekerja informal dari lapisan ekonomi paling bawah lebih memilih untuk mengamankan perut yang keroncongan dengan membeli 1 hingga 1,5 kilogram beras daripada menyisihkan uang sebesar Rp 16.800 per bulan untuk iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang ditawarkan BPJS Ketenagakerjaan.
"Tapi mereka (pekerja) sampaikan, Rp 16.800 itu mungkin dianggap kecil per bulan, tapi uang segini kalau dibeli beras sudah bisa 1,5 kilogram," ujar Robert dengan nada prihatin dalam Diskusi Publik Keasistenan Utama VI tersebut.
Pernyataan ini sontak menggambarkan jurang yang menganga antara idealisme perlindungan sosial dan realitas ekonomi kaum papa.
Sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan gencar mendorong pekerja informal yang dianggap mampu secara finansial untuk menjadi peserta mandiri, dengan kewajiban membayar iuran sebesar Rp 16.800 untuk kedua program jaminan tersebut.
Bahkan, petani dan nelayan pun menjadi target sosialisasi untuk ikut serta dalam skema kepesertaan mandiri ini.
Namun, temuan Ombudsman ini menjadi tamparan keras bagi pendekatan tersebut.
Baca Juga: Stok Beras 3,5 Juta Ton, tapi Harga Tetap Mahal: Ilusi Ketahanan Pangan?
Bagi mereka yang berjuang untuk makan sehari-hari, konsep risiko di masa depan dan manfaat yang belum pasti terasa jauh panggang dari api.
Prioritas utama mereka adalah memastikan ketersediaan pangan untuk keluarga saat ini. Iuran BPJS Ketenagakerjaan, meski nominalnya terlihat kecil, menjadi beban yang signifikan dan menggerogoti anggaran belanja harian yang sudah sangat terbatas.
Robert Na Endi Jaweng dengan tegas mengharapkan adanya pergeseran paradigma dalam melihat perlindungan sosial bagi kelompok pekerja miskin ini.
Ia menyerukan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas alternatif sumber pembiayaan di luar skema kepesertaan mandiri.
"Kita berharap bapak-ibu BPJS maupun pemerintah melihat ini sebagai pemenuhan tanggung jawab, bukan bagian dari aksi karikatif, bukan bagian dari sesuatu yang seolah belas kasihan kepada yang miskin," pungkas Robert.
Pernyataan ini menyoroti bahwa perlindungan sosial seharusnya menjadi hak fundamental warga negara, terutama bagi mereka yang paling rentan secara ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Pembangunan Pipa Gas di Dusem Bakal Perkuat Ketahanan Energi dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat
-
750 Personel Gabungan Kawal Demo Cipayung Plus dan Mahasiswa Hukum Hari Ini
-
UU Pusat Finansial Internasional: Awas Bahaya Shell Company dan Arbitrase!
-
Camila Mendes Akui Mentalnya Sempat Terpuruk saat Syuting Serial Riverdale
-
Berapa Harga Motor Bebek Baru 2026? Intip Keunggulannya yang Bikin Matic Minder
-
Pegawai PPPK Korban Ketua DPRD Bone Dibujuk 3 Hari 3 Malam
-
Edukasi Kulit Sensitif, Cetaphil Derm On Tour Hadir Menjangkau Warga Jakarta Lewat Konsep Mobile
-
4 Rekomendasi Lip Balm SPF 50, Perlindungan Maksimal untuk Bibir Tetap Lembap dan Cerah
-
John Herdman Dibuat Pusing Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026, Kenapa?
-
4 Rekomendasi Smartwatch Xiaomi Termurah, Fitur Canggih dan Baterai Super Awet