Kabar baik datang dari reksa dana yang mencatatkan net subscription sebesar Rp 6,24 triliun month-to-date.
Tapi, kinerja positif bulanan ini belum mampu membalikkan tren year-to-date yang masih mencatatkan net redemption sebesar Rp 4,88 triliun.
Di tengah tekanan jual asing di pasar saham dan obligasi, kabar menggembirakan datang dari sisi penghimpunan dana di pasar modal.
Tercatat nilai penawaran umum mencapai Rp 56,06 triliun, dengan Rp 3,31 triliun di antaranya merupakan fundraising dari 6 emiten baru.
Hal ini menunjukkan bahwa minat perusahaan untuk mencari pendanaan melalui pasar modal masih cukup tinggi.
Segmen securities crowdfunding (SCF) juga menunjukkan perkembangan positif.
Sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga 30 April 2025, terdapat 18 penyelenggara berizin OJK dengan 805 penerbit efek dan 179.363 pemodal. Total dana SCF yang dihimpun dan teradministrasi di KSEI mencapai Rp 1,53 triliun.
Sementara itu, pasar derivatif keuangan juga menunjukkan geliat. Sejak 10 Januari hingga 30 April 2025, tercatat 56 pelaku dan 6 penyelenggara yang telah mendapatkan izin prinsip OJK.
Total volume transaksi derivatif keuangan dengan aset underlying berupa efek mencapai 1,13 juta lot dengan akumulasi nilai sebesar Rp 1.050,58 triliun sejak awal tahun.
Baca Juga: Profil Emiten PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) dan Daftar Pemegang Sahamnya
Terakhir, mengenai perkembangan bursa karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 30 April 2025, tercatat 112 pengguna jasa yang mendapatkan izin dengan total volume sebesar 1.598.750 ton CO2 ekuivalen dan akumulasi nilai sebesar Rp 77,92 miliar.
Secara keseluruhan, data dari OJK menunjukkan dinamika yang beragam di pasar keuangan Indonesia. Meskipun tekanan jual dari investor asing di pasar saham menjadi perhatian utama, sektor lain seperti penghimpunan dana di pasar modal, SCF, dan derivatif keuangan menunjukkan tren yang positif.
Koordinasi antar pemangku kepentingan diharapkan dapat meredam volatilitas dan menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah ketidakpastian global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina