Suara.com - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), pengembang properti yang fokus di kawasan CBD PIK2, mencatatkan kinerja penjualan yang solid pada kuartal pertama tahun 2025.
Dalam keterangan CBDK, Senin (12/5/2025) emiten yang terafiliasi dengan Sugianto Kusuma ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp239 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Capaian penjualan ini setara dengan 12 persen dari target pemasaran yang ambisius, yakni sebesar Rp2 triliun untuk sepanjang tahun 2025. Selain itu, CBDK juga menargetkan angka prapenjualan (pre-sales) yang signifikan, mencapai Rp2,1 triliun pada akhir tahun ini.
Menyadari adanya tantangan ekonomi makro yang dinamis, CBDK kini mengambil langkah strategis dengan mulai mengarahkan fokus pada pengembangan sumber pendapatan berulang (recurring income). Langkah ini dipandang sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat fundamental bisnisnya di kawasan CBD PIK2 yang tengah berkembang pesat.
Dengan kepemilikan cadangan lahan yang luas, mencapai 698 hektare, CBDK berencana untuk mengoptimalkannya dalam pembangunan kawasan properti terintegrasi. Seiring dengan perubahan fokus bisnis ini, perusahaan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada penjualan properti semata dan memperluas portofolio pendapatan berulangnya.
Sebagai implementasi nyata dari transformasi ini, CBDK saat ini tengah mengembangkan proyek-proyek strategis yang akan menjadi sumber pendapatan berulang di masa depan.
Dua proyek utama yang sedang dalam tahap pembangunan adalah pusat konvensi berskala internasional bernama Nusantara International Convention Exhibitions (NICE), serta sebuah hotel bintang lima dengan kapasitas 250 kamar yang berlokasi strategis di jantung CBD PIK2. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap stabilitas dan pertumbuhan pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.
Didirikan pada tahun 2000, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan pengembangan kawasan hunian dan komersial terpadu di kawasan PIK 2, hasil kolaborasi Grup Agung Sedayu dan Grup Salim.
Perseroan memperkuat posisinya di sektor properti setelah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mengakuisisi 51% sahamnya senilai Rp6,49 triliun pada 2022.
Baca Juga: Proyek Bedah Rumah ASG Terus Bergulir Demi Tingkatkan Ekonomi Lokal
Salah satu proyek unggulan CBDK adalah pengembangan NICE (Nusantara International Convention & Exhibition), yang akan menjadi gedung konvensi terbesar di Indonesia yang berlokasi di kawasan PIK 2.
CBDK sendiri resmi melantai di BEI pada 13 Januari 2025, dengan harga penawaran perdana (IPO) sebesar Rp4.060 per saham.
Saat ini, mayoritas saham CBDK dimiliki oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang merupakan perusahaan kongsi Aguan dan Salim Group dengan kepemilikan sebesar 51%.
Setelah itu, ada PT Agung Sedayu (AS) dan PT Tunas Mekar Jaya (TMJ) dengan kepemilikan masing-masing sebesar 24,50%.
Asal tahu saja pada pekan ini CBDK akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tepatnya pada 15 Mei 2025.
RUPST digelar di Office Tower Agung Sedayu Group, Jakarta mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai. Di hari dan tempat yang sama, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) juga menggelar RUPST.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi
-
Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu
-
Pengusaha IHT Minta Pemerintah Membina, Bukan Binasakan Industri Tembakau
-
Bahlil: Realisasi Investasi Sektor ESDM Investasi Turun, PNBP Gagal Capai Target
-
Timothy Ronald dan Akademi Crypto Mendadak Viral, Apa Penyebabnya
-
Indonesia Raih Posisi Runner-up di Thailand, BRI Salurkan Bonus Atlet SEA Games 2025
-
Fenomena Demam Saham Asuransi Awal 2026, Kesempatan atau Jebakan Bandar?
-
IATA Awali Operasional Tambang di Musi Banyuasin, Gandeng Unit UNTR
-
Realisasi PNBP Migas Jauh dari Target, Ini Alasan Bahlil
-
APBN Tekor Hampir 3 Persen, Dalih Purbaya: Saya Buat Nol Defisit Bisa, Tapi Ekonomi Morat-marit