Suara.com - Gejolak ekonomi global membuat perusahaan mengajukan kebangkrutan. Salah satunya pada restoran makanan yang keuntungannya terus merugi.
Apalagi, ada 30 restoran telah mengajukan kebangkrutan sejak awal tahun lalu di tengah melemahnya penjualan dan tingginya biaya.
Adapun, sebuah restoran favorit mengajukan kebangkrutan, itu selalu menjadi hal yang menyedihkan, terutama jika tempat makanan itu sangat berkesan bagi masyarakat sekitar.
Jika, restoran itu adalah jaringan nasional, itu bisa menyakitkan, karena mempekerjakan penduduk setempat yang berujung pemutusan hubungan kerja (phk). Terbaru, adalah restoran Planta yang menghadirkan makanan vegan telah mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 di Distrik Delaware.
Planta adalah jaringan restoran berbasis tanaman, yang didirikan pada tahun 2016. Planta memiliki lokasi di seluruh Amerika Serikat dan di Kanada, termasuk lokasi di Florida, Georgia, New York, Illinois, California, Washington, D.C. dan Toronto.
Planta adalah jaringan restoran berbasis tanaman, yang didirikan pada tahun 2016. Planta memiliki lokasi di seluruh Amerika Serikat dan Kanada. Termasuk lokasi di Florida, Georgia, New York, Illinois, California, Washington, D.C. dan Toronto.
Planta dipimpin oleh pendiri dan kepala eksekutif Steven Salm dan salah satu pendiri dan koki eksekutif David Lee. Mereka menciptakan Planta untuk memperluas aksesibilitas dan penerimaan santapan berbasis tanaman. Serta, bersantap sebagaimana mestinya kenikmatan yang tidak berdosa.
"Menciptakan kolektif perhotelan utama dari 100% restoran berbasis tanaman, Planta menata ulang, menemukan kembali, dan merevitalisasi, memberikan bukti bercita rasa bahwa kekuatan tanaman dapat mengubah dunia," katanya.
Dalam mengikuti misi berbasis tanaman Planta, perusahaan menjelaskan makanan ini sehat untuk di konsumsi. "Kami percaya pada kekuatan tanaman untuk mengubah dunia. Untuk kesehatan kita, untuk kesehatan komunitas kita, dan untuk kesehatan planet kita, tanaman adalah kuncinya," katanya.
Baca Juga: 1 Persen Aset Danantara Bisa Buat RI Jadi Raja Bitcoin Global Sejajar AS dan China
"Dalam segala hal yang kami lakukan, kami berusaha untuk memahami, bereksperimen, dan memaksimalkan kekuatan tanaman untuk memelihara, menginspirasi, dan menopang," imbuhnya
Namun, Planta mengajukan kebangkrutan Bab 11. Dalam petisinya, Planta mencantumkan aset senilai 50.000 dolar AS hingga 100.000 ribu dolar AS. Serta liabilitas senilai 10 juta dolar AS hingga 50 juta dolar AS.
"Petisi kebangkrutan mengindikasikan bahwa dana akan tersedia untuk didistribusikan kepada kreditor tanpa jaminan setelah kebangkrutan,tambahanya
Planta tidak sendirian, lebih dari 30 operator restoran telah mengajukan kebangkrutan sejak awal tahun lalu di tengah melemahnya penjualan dan tingginya biaya.
Sebelumnya, Jepang juga mengalami banyak perusahaan yang bangkrut.Ketidakpastian ekonomi global sangat berdampak pada keuntungan perusahan di beberapa negara.
Apalagi, angka kelahiran yang rendah membuat perusahaan kesulitan mendapatkan karyawannya. Hal itu dirasakan oleh beberapa perusahaan di Jepang. Negara tersebut mencatat bahwa kebangkrutan perusahaan di Jepang meningkat 5,7 persen pada bulan April dari tahun sebelumnya menjadi 828.
Berita Terkait
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM