Suara.com - Perusahaan raksasa pakaian olahraga, Nike dikabarkan segera melakukan PHK massal karyawan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya manajemen untuk mengatur ulang prioritas perusahaan secara keseluruhan.
Dikutip dari Bloomberg, divisi yang terdampak kemungkinan berasal dari departemen perusahaan strategis dan fungsi korporat Nike, yang memiliki peran penting dalam mengelola berbagai proses bisnis perusahaan, menjadi pihak yang terdampak oleh gelombang pemangkasan tenaga kerja ini.
Selain melakukan PHK, Nike juga disebut-sebut mengalihkan beberapa peran yang sebelumnya diemban oleh karyawan internal kepada vendor pihak ketiga. Isu pengurangan jumlah karyawan di perusahaan multinasional yang kini tengah menghadapi tekanan akibat semakin banyaknya kompetitor ini juga dikonfirmasi oleh sumber yang tidak disebutkan identitasnya.
Pengurangan ini terjadi di divisi teknologi perusahaan. Hal yang menegaskan langkah restrukturisasi ini terjadi di tengah perubahan kepemimpinan di pucuk pimpinan Nike.
Chief Executive Officer (CEO) Nike, Elliott Hill, yang kembali memimpin perusahaan setelah mengakhiri masa pensiunnya pada bulan Oktober lalu, aktif melakukan perubahan dalam struktur organisasi.
Sejak kembali menjabat, Hill telah menunjuk sejumlah pemimpin baru untuk beberapa departemen strategis, termasuk strategi perusahaan, sumber daya manusia, dan pemasaran olahraga. Meskipun demikian, Muge Dogan, mantan eksekutif dari Amazon.com Inc., tetap mempertahankan posisinya sebagai Chief Technology Officer (CTO) Nike, mengindikasikan bahwa fokus pada pengembangan teknologi tetap menjadi bagian penting dari strategi perusahaan ke depan.
Divisi teknologi Nike sendiri sempat dilanda isu kurang sedap pada tahun 2023 ketika kepala informasi digital perusahaan mengundurkan diri secara tiba-tiba di tengah mencuatnya tuduhan suap. Seorang mantan karyawan bahkan mengajukan gugatan di Oregon terkait dengan tuduhan serius tersebut, yang tentunya memberikan dampak negatif terhadap citra dan operasional divisi teknologi Nike.
Langkah perampingan dan restrukturisasi ini diyakini sebagai bagian dari upaya Elliott Hill untuk kembali membangkitkan kinerja Nike. Perusahaan sebelumnya dinilai mengalami kesulitan dalam menghidupkan kembali pertumbuhan penjualan setelah manajemen terdahulu terlalu fokus pada produk gaya hidup (lifestyle) dan kurang memperhatikan hubungan dengan mitra ritel tradisional.
Upaya Nike untuk mendapatkan kembali momentum pertumbuhan dengan memfokuskan kembali pada kanal olahraga dan penjualan grosir juga menghadapi tantangan eksternal yang signifikan. Perang dagang yang dilancarkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump serta pola pengeluaran konsumen AS yang tidak merata turut mempersulit langkah pemulihan Nike.
Baca Juga: Lowongan Kerja Perawat Gaji Fantastis! RS Ternama Ini Buka Loker Hingga 30 Juta/Bulan
Kinerja saham Nike di pasar juga mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan. Sepanjang tahun ini hingga penutupan perdagangan hari Senin, saham Nike tercatat telah mengalami penurunan sebesar 18%. Penurunan ini kontras dengan kinerja Indeks S&P 500 yang justru mencatatkan kenaikan sebesar 1,4% pada periode yang sama, menunjukkan bahwa investor masih mencermati langkah-langkah restrukturisasi yang sedang dilakukan oleh manajemen baru Nike.
Menurut laporan The Business Time, sejumlah analis mmenganggap langkah perampingan divisi teknologi dan PHK karyawan ini merupakan respons Nike terhadap perubahan prioritas bisnis dan upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Fokus yang lebih kuat pada kanal olahraga dan grosir, serta pengelolaan biaya yang lebih ketat, diharapkan dapat membantu Nike untuk kembali mencatatkan pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Namun, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam mengeksekusi rencana restrukturisasi secara efektif dan mengatasi berbagai tantangan eksternal yang ada. Investor dan pengamat industri akan terus memantau perkembangan langkah-langkah strategis yang diambil oleh CEO Elliott Hill untuk membawa kembali kejayaan Nike di pasar global.
Tag
Berita Terkait
-
Bank Sentral Bakal PHK 24.000 Pegawai, Ini Pemicunya
-
Lagi Banyak PHK, Tapi Orang Masih Doyan Belanja buat Self-Care
-
7 Juta Masyarakat China Bakal Kehilangan Pekerjaan, Ini Penyebabnya
-
Badai PHK Industri Media, Menkomdigi Mau Temui Menaker Pekan Depan
-
PHK Merajalela, Ini 9 Lowongan Kerja Gaji Besar Sektor Otomotif Selain Mekanik
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Cukai Tak Naik Jadi Angin Segar, Kinerja Industri Rokok Disebut Masih Tinggi
-
Iduladha 2026, Pertamina Trans Kontinental Jaga Operasional & Berbagi Berkah Kurban pada Masyarakat
-
Harga Minyak Dunia Naik Turun, Berikut Daftar Harga BBM di Pertamina dan SPBU Swasta!
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Kurban Pakai Uang Pribadi Bukan APBN
-
BSDE Didepak dari MSCI, Bagaimana Prospek Sahamnya?
-
Dolar AS Ngamuk, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.900
-
Gandeng Petani Tebu, Pertamina NRE Siap Capai Swasembada Energi Nasional
-
Ada Penipuan Berkedok Nonton Dracin, Ini Modusnya
-
Tingkatkan Semangat Literasi Pekerja, Pertamina Hadirkan Perpustakaan Digital
-
OJK Buka Suara soal Isu MUFG Mau Caplok Bank Danamon