- Rupiah menguat 0,17 persen pada penutupan Rabu (25/2/2026) menjadi Rp16.800 per dolar AS.
- Penguatan rupiah dipicu pelemahan dolar AS setelah pidato kontroversial Presiden Trump mengenai tarif global.
- Faktor domestik penguat rupiah adalah adanya masuknya dana asing ke pasar ekuitas Indonesia hari itu.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik menguat pada penutupan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (25/2/2026) ditutup Rp16.800 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat 0,17 persen dibanding penutupan pada Selasa (24/2/2026) yang berada di level Rp 16.829 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.813 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah menguat lebih dikarenakan dikarenakan faktor global, khususnya karena dolar yang melemah setelah pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump yang kontroversial pada Selasa malam waktu AS (24/2/2026).
"DXY (indeks dolar AS) sendiri berbalik turun merespon pidato Trump yang mengatakan tidak akan ada perubahan pada kebijakan tarifnya," jelasnya.
Adapun dalam pidatonya yang lama dan membosankan, Trump mengeklaim bahwa hampir semua negara ingin mempertahankan kesepakatan tarif yang sudah mereka teken dengan AS, termasuk Indonesia yang mengesahkan perjanjian tarif resiprokal pada pekan lalu di Washington DC.
Klaim Trump itu disampaikan ketika banyak studi di AS menunjukkan bahwa tarif justru membuat konsumen Amerika membayar lebih mahal untuk membeli barang-barang impor dan tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian AS.
Alih-alih kini sejumlah besar perusahaan di AS mulai mengantr untuk meminta refund atau pengembalian dana yang mereka bayarkan untuk menggantikan tarif yang disematkan pemerintah AS ke barang impor - karena sejatinya tarif Trump dibayar oleh konsumen AS.
Sementara dari dalam negeri, terang Lukman, rupiah menguat karena masuknya dana asing di pasar ekuitas.
"Rupiah menguat didukung oleh sentimen risk on dan inflow dana asing di pasar ekuitas domestik," katanya saat dihubungi Suara.com.
Baca Juga: Toko Perhiasan Impor Kadali Pemerintah Lewat 'Barang Spanyol', Negara Tekor Triliunan Rupiah
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,58 persen. Disusul, peso Filipina yang sudah ditutup melesat 0,43 persen.
Selanjutnya ada dolar Taiwan yang juga sudah ditutup terkerek 0,42 persen. Lalu ada dolar Singapura dan yuan China yang sama-sama menanjak 0,22 persen. Kemudian ada dolar Hongkong yang menguat tipis 0,03 persen terhadap the greenback.
Sementara itu, yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang melemah setelah turun 0,05 persen pada sore ini.
Berita Terkait
-
Wamen Investasi Klaim Perjanjian Tarif dengan AS Tak Ganggu Kemandirian Indonesia
-
Donald Trump Dihadapkan pada Tuntutan Pengembalian Dana Tarif Rp2.700 Triliun
-
Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839
-
Rupiah Masih Berotot Hari Ini, Ditutup di Level Rp 16.829/USD
-
Pemerintah: Tarif Trump ke Produk RI Masih Berpeluang Direvisi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital
-
Wamen Investasi Klaim Perjanjian Tarif dengan AS Tak Ganggu Kemandirian Indonesia
-
Ignasius Jonan Resmi Jadi Komisaris SOHO, Manajemen Ungkap Alasan Perombakan
-
Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo
-
Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka
-
Produsen Mie Sedaap Bantah Ada PHK Jelang Lebaran 2026
-
Toko Perhiasan Impor Kadali Pemerintah Lewat 'Barang Spanyol', Negara Tekor Triliunan Rupiah
-
PPRO Lepas Gembok, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bareng SE THR Pekerja
-
Kriteria ASN Wajib Ikut Pelatihan Militer Komcad, Dapat Gaji dan Tunjangan Penuh