Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyebut dirinya telah merestui salah satu BUMN menjadi Holding Investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Restu ini diberikan Erick Thohir setelah menandatangani Surat Keputasan (SK). Nantinya, Holding Investasi Danantara bertugas untuk menginvestasikan dana dividen yang dimiliki perusahaan pelat merah.
"Saya sudah tanda tangan. Nanti proses, mudah-mudahan 1-2 minggu jadi," ujar Erick di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Di kesempatan terpisah, Wakil Menteri BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria mengatakan setidaknya ada dana sekitar Rp 170 triliun yang bisa digunakan Holding Investasi Danantara.
"Saya punya komitmen dengan Presiden bahwa saya harus mengeluarkan, memberikan dividen Rp170 triliun setiap tahun untuk diinvestasikan oleh Mas Pandu di Danantara Investment Management," kata Dony.
Menurut Dony, dana tersebut akan disetorkan Holding Operasional ke Holding Investasi Danantara. Dia mengklaim, Danantara tidak akan mengunggakan dana pihak ketiga (DPK) perbankan untuk investasi.
"Nah ini yang kita sampaikan juga kepada publik, kepada regulator bahwa ini kekhawatiran orang bahwa yang diinvestasikan adalah DPK, kemudian juga aset-aset yang di-leverage, itu tidak ada sama sekali. Kenapa? Karena memang segregasinya sangat jelas antara operasional dan investasi," ucap dia.
Mantan Bos InJourney ini menambahkan, investasi yang dilakukan Danantara juga tidak akan membuyarkan rencana-rencana para BUMN.
"Jadi kita memisahkan dari awal, seperti tadi pertanyaan apakah nanti risikonya akan menyeret-nyeret BUMN, itu sudah jelas tidak. BUMN memiliki satu super holding sendiri namanya Danantara Asset Management," kata dia.
Baca Juga: BUMN Disebut Tahan Ijazah, Erick Thohir: Kalo Ada Saya Getok
Mau Buyback Saham Perbankan
Sebelumnya, Danantara dikabarkan tengah bersiap untuk menggebrak pasar saham dengan rencana buyback (pembelian kembali) saham bank-bank BUMN.
Aksi korporasi ini dipicu oleh guyuran dana segar dividen BUMN yang diperkirakan mencapai Rp 170 triliun, memberikan amunisi kuat bagi Danantara untuk memperkuat posisinya di sektor perbankan.
Sumber Suara.com di lingkaran Danantara mengungkapkan bahwa rencana ambisius ini kemungkinan besar akan dieksekusi pada tahun ini atau paling lambat pada awal tahun 2026, jika tidak ada aral melintang.
"Pendapatan yang kita dapatkan kira-kira mencapai Rp170 triliun dari dividen (seluruh BUMN), sebagian memang akan kita gunakan untuk buyback saham-saham bank BUMN," sebut sumber yang enggan disebutkan namanya itu, Rabu (7/5/2025).
Menurutnya langkah ini dipandang sebagai strategi cerdas Danantara untuk memanfaatkan momentum ketersediaan dana besar sekaligus meningkatkan nilai investasi mereka di bank BUMN yang bersangkutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda