Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dibuka masih menguat pada perdagangan Kamis, 22 Mei 2025. IHSG menguat di level 7.165
Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.19 WIB, IHSG masih menghijau menuju level 7.168 atau naik 26,45 poin, secara presentase naik 0,35 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,45 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp1,99 triliun, serta frekuensi sebanyak 195.475 kali.
Dalam perdagangan di waktu itu, sebanyak 246 saham bergerak naik, sedangkan 191 saham mengalami penurunan, dan 198 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang mendorong penguatan IHSG hari ini diantaranya, FAST, COCO, JAWA, PTIS, BCIP, PACK, ANTM, FOLK, INDY, TINS, BCAP, CYBR, DKHH, BRPT.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan hari ini diantaranya, SGRO, RALS, HAJJ, AMMS, AKRA, BAIK, PICO, SMSM, MPIX, KLBF, BIPI, TOWR, BBYB.
Proyeksi Hari ini
IHSG berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan Kamis, 22 Mei 2025. Hal ini seiring tekanan dari sentimen global serta belum mampunya indeks menembus level resistance teknikal penting.
Pada perdagangan Rabu, 21 Mei 2025, IHSG ditutup menguat sebesar 0,67 persen disertai dengan aksi beli bersih asing (net buy) mencapai Rp 993 miliar. Saham-saham yang paling banyak dikoleksi investor asing antara lain BBCA, ANTM, BBRI, BMRI, dan GOTO.
Baca Juga: Waspada, IHSG Bisa Alami Koreksi di Perdagangan Hari Ini
Namun demikian, secara teknikal, IHSG menghadapi tantangan di area resistance 7.170. Jika indeks gagal menembus level tersebut, maka peluang koreksi cukup terbuka. Support jangka pendek berada di kisaran 7.040–7.070, sementara resistance berada di kisaran 7.170–7.230.
"Jika IHSG gagal break resistance di 7.170, maka ada potensi koreksi teknikal dalam jangka pendek. Pelaku pasar perlu mencermati pergerakan indeks hari ini karena sentimen global masih memberikan tekanan," ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam laporan riset hariannya yang dikutip, Kamis (22/5/2025).
Tekanan global, menurut Fanny merujuk pada kejatuhan indeks-indeks utama di Wall Street semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun tajam sebesar 1,91 persen, disusul S&P 500 yang melemah 1,61 persen, dan Nasdaq Composite yang terkoreksi 1,41 persen.
Pelemahan ini dipicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield obligasi 30 tahun mencapai 5,09 persen level tertinggi sejak Oktober 2023 sementara imbal hasil atau yield obligasi acuan 10 tahun juga naik ke 4,59 persen.
Kenaikan imbal hasil ini terjadi akibat kekhawatiran investor terhadap RUU anggaran baru yang sedang digodok di Kongres AS. RUU tersebut, yang diperkirakan akan disahkan menjelang Memorial Day oleh Ketua DPR AS Mike Johnson, dianggap akan memperburuk defisit fiskal Amerika Serikat. Investor merespons dengan aksi jual masif di pasar saham.
Sektor ritel dan kesehatan menjadi yang paling terpukul. Saham Target anjlok 5,2 persen setelah perusahaan menurunkan proyeksi penjualan tahunan, dipicu oleh ketidakpastian tarif dan respons publik terhadap program keberagaman perusahaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
Barbar! Serangan AS Sasar Bangunan Dekat RS Kanker Anak di Iran, 211 Pasien Dievakuasi
-
Argentina vs Spanyol: Adu Tajam Lini Depan vs Tembok Pertahanan di Final Piala Dunia 2026
-
4 Lipstik Dior Paling Murah di Zalora, Budget Terbatas Tetap Bisa Coba Merek Premium
-
Bagaimana Cara Mengetahui Shio Berdasarkan Tahun Lahir? Ini Penjelasan yang Mudah Dipahami
-
LP3HI Gugat Praperadilan Kasus Febrie Adriansyah, Anggap Ada Kejanggalan Prosedur Administratif
-
Donald Trump Bongkar Bukti FBI Disusupi Intelijen China: Ada Shadow Government
-
Review Film Nothing to Lose: Potret Nyata Ketimpangan Sosial Zaman Sekarang
-
Daftar Harga Emas Pegadaian 17 juli: Antam, UBS, dan Galeri 24
-
Ancaman Final Piala Dunia 2026: Bernafas di New York Seperti Hisap 10 Batang Rokok