Suara.com - Ekonomi India tumbuh sebesar 7,4 persen dalam periode antara Januari dan Maret. Hal ini naik dari 6,2% pada kuartal sebelumnya dan secara signifikan melampaui ekspektasi analis.
Adapun, pertumbuhan ekonomi Indonesia meroket berkat, Bank Sentral India akan memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut guna mendorong pertumbuhan.
Tentunya, India tetap menjadi ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat di dunia, meskipun pertumbuhannya telah turun tajam dari 9,2 persen tertinggi yang tercatat pada tahun keuangan 2023-2024
Dia pun masuk ke dalam peringkat ketiga terbesar di Asia yang diuntungkan oleh aktivitas pertanian kuat, belanja publik yang stabil, dan permintaan pedesaan yang membaik pada tahun keuangan lalu. Bahkan, ketika manufaktur dan investasi baru oleh perusahaan swasta tetap lemah.
Sementara pertumbuhan pedesaan telah membaik karena panen musim dingin yang kuat, itu tidak cukup untuk mengimbangi pelemahan berkelanjutan dalam konsumsi perkotaan, yang telah menurun karena pengangguran yang tinggi dan upah yang lebih rendah.
Mesin pertumbuhan India masih sangat bergantung pada belanja infrastruktur pemerintah untuk jalan raya, pelabuhan, dan jalan tol, jika tidak ada peningkatan signifikan dalam investasi swasta.
Ke depannya, pertumbuhan domestik akan diuntungkan oleh pemotongan pajak penghasilan pemerintah yang diumumkan dalam anggaran federal, serta "pelonggaran moneter, ekspektasi musim hujan yang lebih baik dari biasanya, dan inflasi pangan yang lebih rendah", kata Aditi Nayar, ekonom di lembaga pemeringkat Icra dilansir BBC, Minggu (1/6/2025).
Namun, ketidakpastian global yang sedang berlangsung, termasuk perang dagang Presiden AS Donald Trump, diperkirakan akan membebani permintaan ekspor. India saat ini sedang merundingkan perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat yang secara resmi diharapkan akan selesai pada musim gugur.
Trump mengenakan tarif hingga 27% untuk barang-barang India pada bulan April – dan jeda 90 hari untuk tarif ini berakhir pada tanggal 9 Juli.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Diramal Hanya 4,7 Persen di Bawah Target Prabowo
Para ekonom memperkirakan pertumbuhan PDB pada tahun keuangan 2025-26 yang sedang berlangsung akan semakin melambat menjadi 6 persen karena kekhawatiran perlambatan global ini yang dapat menunda belanja modal swasta baru untuk proyek-proyek.
Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah berupaya memposisikan India sebagai pusat manufaktur bagi perusahaan-perusahaan global.
Sedangkan perusahaan-perusahaan seperti Apple baru-baru ini mengindikasikan bahwa mereka mengalihkan sebagian besar produksi iPhone yang menuju AS dari Tiongkok ke India, analis perdagangan telah memperingatkan bahwa investasi manufaktur tersebut dapat terhenti, dengan AS dan Tiongkok sepakat untuk mencabut tarif awal bulan ini.
Hingga, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan global akan turun menjadi 2,8 persen pada tahun 2025 dan 3 persen pada tahun 2026.
Data dari Icra sebelumnya menunjukkan pengeluaran sektor swasta, sebagai bagian dari keseluruhan investasi dalam ekonomi India, turun ke level terendah dalam 10 tahun sebesar 33 persen pada tahun keuangan lalu.
Penanaman modal asing langsung (FDI) bersih ke India – sebesar 0,35 miliar dollar AS pada tahun 2024-25 juga turun ke level terendah dalam dua dekade, karena meningkatnya investasi asing keluar dan repatriasi oleh perusahaan-perusahaan India, menetralkan investasi masuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
BRI Tegaskan Komitmen Pemerataan Layanan Perbankan di Daerah 3T Lewat Peran Aktif Mantri
-
Temui DPR, 18 Konfederasi Buruh Serahkan Bundelan Draf RUU Ketenagakerjaan Hasil Konsolidasi
-
Dari Pekerja Migran ke Pengusaha, BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Keterampilan Bisnis
-
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
-
Terbukti Lakukan Pungli Rp 1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat
-
BRI Cetak Wirausaha Baru, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Bisnis
-
Subservience Malam Ini di Trans TV: Ketika Kecerdasan Buatan Menjadi Obsesi Mematikan
-
Siapa Pejabat Pusat yang Resmikan Pacu Jalur 2026? Ini Kata Plt Bupati Kuansing
-
BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan untuk Bangun Bisnis
-
Gugur Saat Bertugas, Kepala Regu Damkar Jaktim Sempat Mengeluh Nyeri Dada di Lokasi Kebakaran