3. Koin Hindia Belanda
Koin kuno Belanda ini dibuat khusus untuk wilayah Indonesia dengan tulisan "Nederlandsch-Indie" sebagai ciri khasnya.
Contohnya seperti 1 Cent 1899 atau 1/2 Cent 1857, yang bisa dibanderol hingga puluhan juta rupiah.
Koin dari masa akhir penjajahan, seperti 1 Gulden 1945, juga sangat langka dan bernilai tinggi.
4. Koin VOC
Koin kuno dari tembaga ini punya ciri khas tulisan "VOC" di tengah, lengkap dengan tahun pembuatan dan inisial kantor cabang.
Semakin tua dan semakin langka koinnya, maka nilainya semakin tinggi. Salah satunya adalah koin Duit VOC Gelderland 179 yang pernah dilelang hingga Rp9,5 juta.
5. Koin 2,5 Gulden dan Rijksdaalder
Koin besar seperti 2,5 Gulden dari tahun 1845 atau 1867 juga diminati karena nilai peraknya dan ukuran yang tidak umum.
Baca Juga: 7 Tempat Jual Beli Koin Kuno Indonesia Terpercaya dengan Harga Bersaing
Sama halnya dengan rijksdaalder, koin ini dulunya digunakan dalam perdagangan antarwilayah dan kini menjadi benda koleksi berharga.
6. Koin Misprint dan Peringatan
Koin dengan kesalahan cetak sangat langka dan bisa bernilai tinggi. Selain itu, koin peringatan yang dibuat dalam edisi terbatas biasanya sangat diburu oleh kolektor karena kelangkaannya.
Mengapa Koin Kuno Belanda sangat Diminati dan Bernilai Tinggi?
Koin Belanda memiliki daya tarik luar biasa bukan hanya karena bahannya yang terbuat dari logam mulia seperti emas dan perak, tetapi juga karena nilai sejarah dan keindahannya.
Berikut sejumlah alasan mengapa koin kuno Belanda banyak diburu oleh para kolektor:
1. Nilai Historis
Berita Terkait
-
7 Tempat Jual Beli Koin Kuno Indonesia Terpercaya dengan Harga Bersaing
-
6 Koin Kuno Langka yang Dicari Kolektor Tahun 2025, Harganya Fantastis!
-
6 Cara Menjual Koin Kuno ke Kolektor Agar Dapat Harga Tinggi, Anti Rugi
-
Daftar 10 Koin Kuno Indonesia yang Paling Dicari Tahun 2025, Ada di Celenganmu?
-
7 Ciri-ciri Koin Kuno Asli dan Palsu Berharga Mahal, Jangan Sampai Tertipu Replika!
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM