Suara.com - Bagi beberapa orang, aplikasi pinjaman bank tanpa BI checking sering kali menjadi pilihan jika butuh uang cepat dan punya riwayat hutang yang masih dalam tahap pelunasan.
Pasalnya, BI checking itu sendiri adalah sistem informasi yang menunjukkan riwayat pinjaman Anda di lembaga keuangan sehingga bisa ketahuan apakah Anda pernah nunggak atau tidak.
Hal inilah yang sering kali menjadi pertimbangan sebelum bank memberikan pinjaman.
Rekomendasi Aplikasi Pinjaman Bank Tanpa BI Checking
Beberapa aplikasi pinjaman online (pinjol) legal memang ada yang lebih fleksibel, salah satunya tidak melakukan BI checking. Berikut adalah beberapa aplikasi tersebut.
1. JULO
JULO menonjol di antara penyedia pinjaman online lainnya berkat penawaran bunga yang cenderung kompetitif. Selain itu, Anda bisa mengajukan kredit tanpa agunan (KTA) dengan proses yang lebih sederhana.
Aplikasi ini juga memberikan skema cashback menarik, bergantung pada kecepatan pembayaran cicilan Anda.
Anda akan menerima cashback 1% jika membayar satu hari sebelum atau tepat pada tanggal jatuh tempo, 2% untuk pembayaran 2-3 hari lebih awal, dan 3% jika pembayaran dilakukan setidaknya 4 hari sebelum jatuh tempo.
Baca Juga: 10 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Terbaru Juni 2025 Resmi OJK
Untuk pengajuan di Julo, Anda perlu memenuhi syarat-syarat berikut:
- WNI berusia 21-59 tahun
- Memiliki KTP
- Swafoto dengan KTP
- Slip gaji atau surat keterangan penghasilan
- Memiliki rekening bank yang aktif
- Mengajukan pinjaman dengan menggunakan smartphone pribadi yang aktif digunakan setidaknya 1 bulan terakhir
2. Dana Cepat
Bagi Anda yang mencari aplikasi pinjaman bank tanpa BI checking dengan proses cepat dan mudah, Dana Cepat bisa menjadi pilihan. Aplikasi ini memungkinkan pengajuan KTA hanya dengan menggunakan smartphone Anda.
Dana Cepat umumnya menawarkan plafon pinjaman hingga Rp10 juta dengan tenor bervariasi antara 91 hingga 360 hari, serta suku bunga maksimal 15% per tahun. Persyaratan yang diminta pun cukup ringkas:
- WNI berusia 18-55 tahun
- Memiliki KTP
- Memiliki rekening bank lokal
3. Akulaku
Akulaku adalah salah satu perusahaan fintech terbesar yang telah dikenal luas di Indonesia. Mereka tidak hanya menawarkan fitur paylater tetapi juga kredit instan dengan plafon pinjaman hingga Rp2 juta.
Berita Terkait
-
GoBiz Ganti Nama Jadi GoFood Merchant, Siap Bantu Mitra Makin Pintar Jualan
-
Terbaru di 2025! Ini 5 Cara Menggandakan Aplikasi di Ponsel Android
-
5 Link DANA Kaget Terbaru dan Aktif 4 Juni: Dapatkan Rp 155 Ribu Buat Belanja
-
10 Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair dalam Hitungan Menit, Dijamin Aman!
-
Butuh Dana Cepat? Ini 6 Aplikasi Paylater Resmi yang Terdaftar OJK
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Raksasa Ritel Jepang Perluas Ekspansi di RI, Incar Kawasan Pinggiran
-
Investor Asing Borong Saham Rp4,05 Triliun Sejak Awal Tahun
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Proyek Kilang RDMP Balikpapan Habiskan 115 Ribu Ton Semen
-
Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare
-
BCA Digital Bagikan Strategi Resolusi Finansial 2026
-
Harga Emas Antam di Level Rp2,88 Juta per Gram pada Sabtu
-
Laka Kerja di PLTU Sukabangun Memakan Korban, Manajemen Audit Seluruh Mitra
-
Benarkah MBG Bebani Anggaran Pendidikan?