Suara.com - Dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Sukasari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, secara resmi diluncurkan dalam sebuah perhelatan budaya dan edukasi yang meriah di Saung Incu Abah Ruskawan.
Acara ini menjadi ajang kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, tokoh budaya, serta dua mitra strategis yakni Olahkarsa Group dan Inovasi Muda, yang bersama-sama mendorong penguatan kapasitas lokal, pengelolaan wisata berkelanjutan, serta pelibatan aktif anak-anak dan pemuda desa dalam transformasi sosial.
Dalam sambutannya, Ketua Pokdarwis M. Ismail Saleh menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai pondasi pariwisata desa yang autentik. Hadir pula tokoh-tokoh penting seperti Ketua TP PKK Kabupaten Cianjur, budayawan, Kepala Desa Sukasari, perwakilan Dinas Pariwisata, serta mitra lembaga dan pendidikan lainnya.
"Keterlibatan pihak swasta dalam mendukung desa wisata harus dibarengi dengan pendekatan data, inovasi sosial, dan penguatan kapasitas warga. Sementara itu, Inovasi Muda hadir membawa semangat penggerak anak muda dalam literasi lingkungan dan pengembangan potensi lokal berbasis partisipasi," kata Perwakilan dari Inovasi Muda, Restu Andini, ditulis Kamis (5/6/2025).
Acara dimeriahkan dengan dialog parenting antara Ki Dalang dan tokoh Cepot bersama Ibu Bupati dan para penggerak komunitas, yang sekaligus menandai deklarasi komitmen bersama mewujudkan Desa Wisata Sukasari sebagai desa ramah anak.
Setelah sesi seremoni, peserta diajak melakukan tur edukatif ke beberapa destinasi lokal: Padepokan Saung Kuwu, Bale Goyobod, dan Kampung Lumpia, sambil mempelajari budaya dan proses produksi kuliner khas. Pelibatan Karang Taruna Desa juga menjadi wujud nyata semangat kolaboratif dari generasi muda.
Sebagai penutup, peserta didik dari RA/PAUD diajak mengikuti kegiatan edukatif berupa penukaran minyak jelantah, sebagai simbol praktik berkelanjutan sejak usia dini.
Peluncuran Pokdarwis ini menjadi tonggak baru bagi Desa Sukasari dalam mengembangkan pariwisata yang berbasis budaya, ramah anak, dan didukung oleh inovasi sosial serta gerakan anak muda, melalui kolaborasi bersama mitra strategis seperti Inovasi Muda yang turut mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa wisata.
Desa wisata telah menjadi tren populer dalam industri pariwisata, menawarkan pengalaman yang lebih otentik dan berkelanjutan bagi para wisatawan.
Baca Juga: Nasabah PNM Mekaar Ubah 10 Ton Pakaian Bekas Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Konsep ini tidak hanya mempromosikan keindahan alam dan budaya lokal, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat secara ekonomi dan sosial. Salah satu daya tarik utama desa wisata adalah keasliannya.
Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan penduduk desa, mempelajari tradisi dan adat istiadat yang masih dijaga, serta menikmati kuliner khas yang diolah dengan resep turun temurun.
Pengalaman ini memberikan wawasan yang mendalam tentang kehidupan masyarakat lokal dan kekayaan budaya yang dimiliki.
Selain itu, desa wisata juga seringkali menawarkan berbagai aktivitas menarik, seperti trekking di alam, belajar kerajinan tangan, mengikuti kelas memasak tradisional, atau berpartisipasi dalam upacara adat.
Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk belajar dan berinteraksi secara langsung dengan budaya setempat.
Pengembangan desa wisata juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan adanya wisatawan yang datang, masyarakat desa dapat menjual produk-produk lokal, seperti hasil pertanian, kerajinan tangan, atau makanan olahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor