Aktivitas pertambangan nikel seringkali menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan, mulai dari deforestasi, kerusakan ekosistem perairan, hingga polusi udara dan air.
Proses pengolahan nikel, terutama metode High-Pressure Acid Leaching (HPAL), menghasilkan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
Selain isu lingkungan, masalah sosial juga menjadi perhatian. Konflik lahan dengan masyarakat lokal, minimnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, serta ketidaksetaraan distribusi manfaat ekonomi menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Pemerintah Indonesia terus berupaya menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Penerapan regulasi yang ketat, pengawasan yang efektif, serta komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa tambang nikel dapat memberikan manfaat yang optimal bagi negara dan masyarakat, tanpa mengorbankan lingkungan hidup.
Masa depan industri nikel Indonesia bergantung pada kemampuan semua pihak untuk bekerja sama, berinovasi, dan mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan. Dengan demikian, pesona nikel Indonesia dapat bersinar tanpa menimbulkan luka bagi bumi dan masyarakat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, Dari Rumah Charging hingga SPKLU
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto