Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami rebound secara teknikal dalam jangka pendek pada Rabu, 19 Juni 2025, setelah kemarin terkoreksi hingga 0,67 persen dan ditutup di bawah level 7.100.
Berdasarkan analisis teknikal, level support IHSG berada pada rentang 7.050–7.070, sementara resistance di area 7.120–7.180.
CFP Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menjelaskan koreksi IHSG kemarin disertai aksi jual bersih investor asing (net sell) senilai sekitar Rp 689 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing antara lain BBCA, AMMN, PGEO, ADRO, dan BRMS.
"Setelah IHSG menguji level support di 7.100, ada peluang untuk terjadinya technical rebound dalam jangka pendek pada perdagangan hari ini," ujarnya dalam riset harian yang dikutip, Senin (19/6/2025).
Dari sisi global, pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup hampir stagnan pada perdagangan Rabu (19/6), dipengaruhi oleh pernyataan terbaru dari Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell. Powell memperingatkan bahwa inflasi harga barang kemungkinan akan meningkat selama musim panas akibat kebijakan tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump, yang berdampak langsung pada konsumen.
Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi tipis 0,10 persen, S&P 500 turun 0,03 persen, sementara Nasdaq Composite justru menguat 0,13 persen. Meski The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, prospek pemangkasan suku bunga pada tahun ini semakin kabur karena sebagian pembuat kebijakan memperkirakan tidak ada penurunan suku bunga sama sekali.
Saham-saham yang mencatatkan pergerakan signifikan di Wall Street antara lain Circle Internet, yang melonjak 33,8 persen usai Senat AS meloloskan RUU regulasi stablecoin, serta Nucor yang naik 3,3 persen setelah memproyeksikan laba kuartal II/2025 melampaui ekspektasi analis.
Dari kawasan Asia, mayoritas bursa saham menunjukkan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu (18/6), terutama dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran.
Baca Juga: IHSG Masih Memerah Hingga Akhir Perdagangan Rabu
Hang Seng Hong Kong melemah 1,12 persen, ASX 200 Australia turun 0,12 persen, FTSE Straits Times Singapura melemah 0,28 persen, dan FTSE Malay KLCI turun 0,04 persen. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,90 persen dan Kospi Korea Selatan menguat 0,74 persen.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social menuntut Iran untuk “menyerah tanpa syarat,” sementara sejumlah laporan menyebutkan Trump tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap Iran. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, dari data ekonomi Jepang, ekspor negara tersebut turun 1,7 persen secara tahunan (YoY) pada Mei 2025, mencatatkan penurunan pertama dalam delapan bulan terakhir.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17–18 Juni 2025 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,50 persen. Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing tetap di 4,75 persen dan 6,25 persen.
Keputusan ini sejalan dengan upaya BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global.
Fanny juga memberikan beberapa ide saham yang dapat menjadi pertimbangan investor hari ini, dengan strategi speculative buy di antaranya:
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu