Suara.com - PT PLN (Persero) resmi mengumumkan hasil penting dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Kamis (19/6/2025). Keputusan strategis ini mencakup perubahan susunan pengurus PLN, baik di jajaran Dewan Komisaris maupun Direksi, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menguatkan tata kelola dan mengakselerasi transformasi bisnis. Langkah ini diharapkan mampu membawa PLN menjadi korporasi yang semakin andal dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya di tengah dinamika industri ketenagalistrikan yang terus berkembang pesat.
Pentingnya regenerasi kepemimpinan di PT PLN ini juga ditegaskan dalam keterangan resmi perusahaan. Seluruh insan PLN menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi mereka.
Perubahan ini menjadi bagian integral dari upaya perusahaan untuk mendorong kinerja korporasi yang lebih optimal serta mewujudkan target transformasi jangka panjang. Dengan formasi kepemimpinan baru, PLN berharap dapat memperkuat kapabilitasnya dalam merealisasikan visi strategis untuk masa depan energi nasional.
Keputusan RUPSLB tersebut secara spesifik mengatur beberapa pergantian penting. Di jajaran Dewan Komisaris, RUPSLB resmi memberhentikan Susiwijono Moegiarso dan mengangkat Bambang Eko Suhariyanto sebagai anggota baru.
Sementara itu, dalam struktur Direksi, terjadi beberapa perombakan signifikan. Pergantian direksi PLN ini meliputi pemberhentian dengan hormat Edi Srimulyanti dari posisi Direktur Retail dan Niaga, serta Wiluyo Kusdwiharto dari posisi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Pengangkatan wajah-wajah baru diharapkan mampu membawa ide-ide segar dan energi baru bagi jajaran manajemen.
RUPSLB PLN juga menetapkan beberapa nama baru untuk mengisi posisi-posisi penting di jajaran Direksi. Edwin Nugraha Putra kini resmi menjabat sebagai Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem, sebuah peran krusial dalam memastikan keandalan dan pengembangan infrastruktur kelistrikan. Kemudian, Rizal Calvary Marimbo dipercaya sebagai Direktur Manajemen Pembangkitan, yang bertanggung jawab atas pengelolaan unit-unit pembangkit listrik PLN. Terakhir, Arsyadany Ghana Akmalaputri ditunjuk sebagai Direktur Distribusi, peran vital dalam memastikan pasokan listrik sampai ke tangan pelanggan dengan efisien. Penunjukan ini mencerminkan fokus PLN pada penguatan setiap lini operasionalnya.
Dengan adanya perubahan ini, susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi PT PLN (Persero) saat ini telah diperbarui, mencerminkan strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Di jajaran Dewan Komisaris, Burhanuddin Abdullah tetap menjabat sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, didampingi oleh Suahasil Nazara sebagai Wakil Komisaris Utama. Anggota Komisaris lainnya termasuk Aminuddin Ma'ruf, Dadan Kusdiana, Jisman Parada Hutajulu, serta Bambang Eko Suhariyanto yang baru diangkat. Sementara itu, posisi Komisaris Independen diisi oleh Yazid Fanani, Mutanto Juwono, Andi Arief, dan Ali Masykur Musa. Komposisi ini menunjukkan keberagaman latar belakang dan keahlian untuk mengawasi dan mengarahkan jalannya perusahaan.
Di sisi Direksi, Darmawan Prasodjo tetap memimpin sebagai Direktur Utama, menjadi nakhoda utama dalam implementasi visi dan misi PLN. Jajaran Direksi lainnya yang akan bekerja bersamanya meliputi Edwin Nugraha Putra sebagai Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem, Evy Haryadi sebagai Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan, serta Adi Priyanto sebagai Direktur Retail dan Niaga. Sinthya Roesly tetap dipercaya sebagai Direktur Keuangan, mengelola aspek finansial perusahaan.
Baca Juga: RUPS Pertamina Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Posisi Simon Aloysius Mantiri Tak Berubah
Perubahan juga terlihat dengan kehadiran Rizal Calvary Marimbo sebagai Direktur Manajemen Pembangkitan dan Arsyadany Ghana Akmalaputri sebagai Direktur Distribusi. Posisi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan kini dipegang oleh Suroso Isnandar. Sementara itu, Adi Lumakso tetap menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko, Hartanto Wibowo sebagai Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis, dan Yusuf Didi Setiarto sebagai Direktur Legal dan Manajemen Human Capital. Kombinasi direksi ini diharapkan dapat mendorong sinergi dan efisiensi dalam setiap aspek operasional PLN, mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan.
Berita Terkait
-
PLN Laporkan Pendapatan Rp545 Triliun dan Tunjuk Petinggi TNI jadi Komisaris
-
Pupuk Indonesia Rombak Susunan Pengurus, Timses Prabowo Hingga Yovie Widianto Jadi Komisaris
-
PLN dan Serikat Pekerja Sepakati PKB Baru, Perkuat Fondasi Transisi ke Era BPI Danantara
-
'Winter is Coming' Bagi Profesional Sipil di BUMN, TNI/Polri Dominasi Kursi Strategis?
-
PLN Indonesia Power Resmi Operasikan Pembangkit Terapung, Suplai Sistem Kelistrikan Sulsel
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia
-
BEI Akan Ajak Ngobrol S&P Dow Jones Indices Setelah Indonesia Diancam Turun Kelas
-
Said Iqbal Minta Purbaya Naikkan Ambang Batas Saldo JHT Kena Pajak Jadi Rp 400 Juta
-
WIKA, WSKT hingga INAF Masuk Daftar Hitam BEI, Terancam Delisting
-
Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan
-
Said Iqbal Akhirnya Temui Purbaya, Minta Pajak JHT hingga THR Dihapus
-
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa
-
Pegadaian Gelar Sales Town Hall 2026, Perkuat Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan
-
Fasilitasi Impor dan Pengadaan Barang China, Natindo Cargo Bantu UMKM
-
Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan