Suara.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai berjaya dan bisa bersaing di level internasional. Hal ini setelah, salah satu BUMN konstruksi PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 untuk kinerja tahun 2024.
Daftar Fortune Southeast Asia 500 merupakan pemeringkatan tahunan yang dikeluarkan oleh Fortune dan memuat 500 perusahaan terbesar di kawasan berdasarkan pendapatan.
Dalam edisi tahun ini, PTPP tidak hanya berhasil masuk daftar, namun juga mendapatkan sorotan karena konsistensinya mendukung pembangunan nasional melalui proyek-proyek strategis.
Sepanjang 2024, PTPP mencatatkan pendapatan usaha senilai USD 1,251 juta atau sekitar Rp19,81 triliun, meningkat sebesar 7,30% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 26,2 juta atau Rp415,6 miliar.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, capaian ini merupakan cerminan keberhasilan transformasi bisnis dan efisiensi operasional yang terus ditingkatkan, meskipun sektor konstruksi menghadapi tantangan global.
"Kami akan terus memperkuat fundamental perusahaan serta mendorong inovasi dan keberlanjutan demi memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat," ujar Joko seperti dikutip dalam keterbukaan informasi, Sabtu (21/6/2025).
Adapun, PTPP telah menyelesaikan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi prioritas pemerintah, seperti, Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 2, Makassar New Port IB & IC, Jalan Tol Indrapura – Kisaran, Bendungan Leuwikeris, Bendungan Lolak, Irigasi Rengrang, Pelabuhan Benoa Paket B & Bali Maritime Tourism Hub, Instalasi Pengolahan Air Limbah Kawasan Industri Terpadu Batang
Selain itu, PTPP menggarap proyek dengan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini terlihat dari pencapaian sejumlah proyek gedung yang berhasil meraih sertifikasi Green Building, di antaranya, RS Kanker Dharmais Tower C (Greenship Gold - Design Recognition), RS Kanker Dharmais Tower B (BGH Perencanaan – Utama), Istana Presiden IKN (Utama – Perencanaan), Kantor Presiden IKN (Utama – Perencanaan), Gedung Kemensetneg IKN (Utama – Perencanaan)
Nilai Kontrak
Baca Juga: Strategi Pos Indonesia Kembangkan Talenta di Sektor Logistik
PTPP mencatatkan nilai kontrak baru Rp 6,27 triliun pada kuartal I tahun 2025. Angka itu naik 32 persen secara tahunan atau Year-on-Year (YoY) atau dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara target, perolehan nilai kontrak baru PTPP sampai dengan bulan Maret 2025 berhasil melebihi 151 persen dari yang di targetkan pada Kuartal I Tahun 2025, dan telah mencapai 21 persen dari target akhir tahun 2025.
Terdapat proyek dengan nilai kontrak jumbo yang berhasil diperoleh PTPP di akhir Kuartal I tahun 2025 sehingga terdapat kenaikan signifikan pada pencapaian nilai kontrak baru dari sebelumnya yang dilaporkan pada bulan Februari 2025.
"Pada bulan Maret 2025, PTPP mendapatkan salah satunya proyek pelabuhan yang memiliki nilai kontrak jumbo yaitu proyek NPEA Seksi II dengan nilai Rp 2,33 Triliun. Dengan demikian, terdapat kenaikan sebesar 116 persen dari perolehan nilai kontrak dari Februari 2025," kata Joko.
Selanjutnya, dengan pembukuan nilai kontrak PTPP yang meningkat positif, Joko optimis terhadap kinerja PTPP di akhir tahun 2025. "Dengan pencapaian tersebut, Perseroan akan terus fokus untuk pencapaian target pemasaran sampai dengan akhir tahun 2025," kata Joko.
Adapun, perolehan nilai kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana BUMN sebesar 52,1 persen, swasta sebesar 28,6 persen, dan pemerintah sebesar 19,3 persen.
Sementara itu, perolehan kontrak baru tertinggi yaitu pada sektor pelabuhan sebesar 37,2 persen, gedung sebesar 32,9 persen, jalan dan jembatan sebesar 22,6 persen, bendungan sebesar 4,3 persen, irigasi sebesar 2,8 persen, serta minyak dan gas sebesar 0,3 persen.
Capaian kontrak baru yang berhasil diraih PTPP pada bulan Maret 2025 diantaranya yaitu Proyek New Priok East Access (NPEA) seksi II senilai Rp2,33 Triliun dan Proyek Mandiri Financial Center PIK senilai Rp 878,3 Miliar
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada