Suara.com - Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui program Bantuan Subsidi Upah (BSU) di tahun 2025. Program ini merupakan salah satu bentuk stimulus ekonomi nasional yang sangat dinantikan, terutama oleh para pekerja dan buruh yang terdampak fluktuasi ekonomi. Dengan nilai bantuan sebesar Rp 600.000, yang diperuntukkan bagi bulan Juni dan Juli 2025, BSU diharapkan dapat meringankan beban hidup dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ditunjuk sebagai pelaksana utama penyaluran BSU ini. Dalam prosesnya, Kemnaker bekerja sama dengan bank-bank milik negara atau yang dikenal dengan sebutan Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Bank-bank tersebut meliputi Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Sistem penyaluran melalui Bank Himbara ini dipilih karena jaringannya yang luas dan kemampuannya menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Bagi calon penerima BSU yang sudah memiliki rekening di salah satu Bank Himbara tersebut, proses pencairan biasanya akan berlangsung secara otomatis. Dana bantuan akan langsung ditransfer ke rekening mereka. Hal ini tentu mempermudah dan mempercepat proses penerimaan BSU. Lalu, bagaimana jika calon penerima BSU tidak memiliki rekening Himbara?
Solusi Bagi yang Tidak Memiliki Rekening Bank Himbara
Salah satu pertanyaan yang sering muncul di benak masyarakat adalah: "Bagaimana jika calon penerima BSU 2025 tidak memiliki rekening di Bank Himbara?" Kekhawatiran ini sangat wajar, mengingat tidak semua pekerja memiliki akses atau rekening di bank-bank tersebut. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, telah memberikan kepastian terkait hal ini.
Beliau menjelaskan bahwa bagi calon penerima BSU yang tidak memiliki rekening di Bank Himbara, pencairan dana akan difasilitasi melalui PT Pos Indonesia. Ini adalah solusi yang sangat bijak dan inklusif, mengingat PT Pos Indonesia memiliki jaringan kantor yang sangat luas, bahkan hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia. Keberadaan PT Pos Indonesia sebagai alternatif penyaluran memastikan bahwa bantuan ini benar-benar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat yang berhak, tanpa terkendala oleh kepemilikan rekening bank tertentu.
Langkah-Langkah Pencairan BSU Melalui PT Pos Indonesia
Bagi Anda yang akan mencairkan BSU melalui PT Pos Indonesia, berikut adalah perkiraan langkah-langkah yang perlu Anda ikuti:
- Pastikan Anda Terdaftar sebagai Penerima BSU: Langkah pertama adalah memastikan bahwa nama Anda terdaftar sebagai penerima BSU 2025. Informasi mengenai daftar penerima biasanya dapat diakses melalui portal resmi Kemnaker atau melalui pengumuman dari perusahaan tempat Anda bekerja.
- Siapkan Dokumen yang Diperlukan: Anda akan diminta untuk membawa beberapa dokumen identitas diri yang sah, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli. Pastikan KTP Anda masih berlaku dan datanya sesuai dengan data yang terdaftar sebagai penerima BSU. Anda juga akan diminta menunjukkan bukti lain, seperti kartu BPJS Ketenagakerjaan atau surat pemberitahuan penerima BSU.
- Kunjungi Kantor Pos Terdekat: Setelah memastikan Anda terdaftar dan dokumen lengkap, kunjungi kantor PT Pos Indonesia terdekat di wilayah Anda. Pastikan untuk datang pada jam operasional kantor pos.
- Sampaikan Maksud Kedatangan: Beritahu petugas bahwa Anda ingin mencairkan BSU. Petugas akan memandu Anda untuk proses selanjutnya.
- Verifikasi Data: Petugas akan melakukan verifikasi data Anda berdasarkan KTP dan dokumen pendukung lainnya. Proses ini penting untuk memastikan bahwa dana BSU disalurkan kepada orang yang tepat.
- Pencairan Dana: Setelah data Anda terverifikasi, petugas akan memproses pencairan dana BSU sebesar Rp 600.000. Anda akan diminta untuk menandatangani bukti penerimaan dana.
- Simpan Bukti Pencairan: Setelah menerima uang, pastikan Anda menyimpan bukti pencairan atau kuitansi dari PT Pos Indonesia sebagai arsip pribadi.
Kontributor : Rizqi Amalia
Baca Juga: Cara Update Rekening BPJS Ketenagakerjaan dan JMO untuk Cairkan BSU
Berita Terkait
-
Daftar Rekening Bank yang Bisa Digunakan Pencairan BSU 2025
-
Daya Beli Masyarakat Lesu, Tarif Listrik 13 Golongan Resmi Tak Naik
-
Pemberian Bansos dan BSU Rp600 Ribu Berlanjut Usai Juli 2025?
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas yang Cocok untuk Garasi Rumah Subsidi, Anti Nongol dan Tak Bikin Rusuh
-
Link BSU Kemnaker, Cek Agar Dapat Subsidi Gaji Rp600.000
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang