Suara.com - Del Monte Foods, perusahaan berusia 138 tahun yang terkenal dengan buah dan sayuran kalengnya, telah mengajukan kebangkrutan. Padahal perusahaan ini memiliki produk yang sudah terkenal di dunia termasuk Indonesia.
Di antara lini produk perusahaan tersebut terdapat sejumlah bahan pokok dapur yang terkenal, termasuk kaldu College Inn dan tomat kaleng Contadina, serta merek andalannya, Del Monte. Namun, perusahaan mengumumkan bahwa mereka secara sukarela memasuki Bab 11 dan tengah menjalani proses penjualan untuk semua asetnya.
Dilansir CNN Internationnal, setelah evaluasi menyeluruh dari semua opsi yang tersedia, perusahaan memutuskan untuk penajuan bangkrut.
"Kami memutuskan bahwa proses penjualan yang diawasi pengadilan adalah cara yang paling efektif untuk mempercepat perubahan haluan kami dan menciptakan Del Monte Foods yang lebih kuat dan bertahan lama,” kata Presiden dan CEO Greg Longstreet, dalam sebuah pernyataan.
Del Monte mengatakan bahwa mereka telah mengamankan 912,5 juta dolar AS dalam pendanaan baru yang akan memungkinkan perusahaan untuk tetap bertahan selama proses penjualan. Lalu, akan menjaga perusahaan beroperasi seperti biasa saat memasuki musim pengalengan puncak.
Perusahaan tersebut mencatat kewajiban yang diperkirakan antara 1 miliar dolar AS dan 10 miliar dolar AS menurut dokumen pengadilan.
“Dengan struktur modal yang lebih baik, posisi keuangan yang lebih baik, dan kepemilikan baru, kami akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk meraih kesuksesan jangka panjang,” tambah Longstreet.
Ia mengatakan bahwa perusahaan telah “menghadapi tantangan yang diperparah oleh lingkungan ekonomi makro yang dinamis,” terutama konsumen yang mengurangi pengeluaran mereka dan pergeseran yang semakin besar ke arah pengeluaran untuk merek dagang pribadi.
Del Monte mengatakan bahwa permintaan konsumen telah menurun yang menyebabkannya mengeluarkan biaya yang lebih besar terkait dengan kelebihan persediaan yang harus disimpan dan berusaha dikeluarkan dari rak dengan peningkatan pengeluaran promosi.
Baca Juga: Tutup 600 Gerai di Amerika, Subway Terancam Bangkrut
“Preferensi konsumen telah bergeser dari makanan kaleng yang mengandung bahan pengawet ke alternatif yang lebih sehat," kata Sarah Foss, kepala hukum dan restrukturisasi di Debtwire.
Del Monte memulai usahanya pada tahun 1886 dan membangun pabrik pengalengan yang terkenal di San Francisco pada tahun 1907. Perusahaan tersebut mengklaim telah mengoperasikan pabrik pengalengan buah dan sayuran terbesar di dunia pada tahun 1909.
Namun, perusahaan buah kalengan Del Monte Foods tengah berupaya menjual perusahaannya setelah mengajukan kebangkrutan di Amerika Serikat, kurang dari setahun setelah melaksanakan restrukturisasi utang yang kontroversial.
Perusahaan tersebut yang dimiliki oleh Del Monte Pacific yang terdaftar di Singapura menandatangani perjanjian dukungan restrukturisasi dengan para pemberi pinjaman dan memulai proses Bab 11 sukarela untuk menerapkan ketentuannya.
Saham Del Monte Pacific di Singapura turun sebanyak 9,4 persen menjadi 5,8 sen, setelah penghentian perdagangan dicabut pada tanggal 2 Juli, sebelum ditutup turun 4,7 persen pada harga 6,1 sen. Perusahaan tersebut terdaftar ganda di bursa saham Filipina.
Sementara itu, Fresh Del Monte Produce Inc. melaporkan hasil keuangan Q1 2025, mengungkapkan penurunan kecil dalam penjualan bersih tetapi peningkatan profitabilitas. Perusahaan mengalami kenaikan margin kotor dan laba bersih, meskipun ada sedikit penurunan penjualan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM