Suara.com - Tren pembangunan kota mandiri di area penyangga Jakarta semakin masif, mencerminkan agresivitas pengembang properti dalam memenuhi kebutuhan hunian dan gaya hidup modern.
Fenomena ini tak lepas dari daya tarik pinggiran kota besar yang didukung aksesibilitas, infrastruktur modern, dan fasilitas lengkap.
Salah satu contoh sukses adalah Kota Gading Serpong yang dikembangkan oleh Paramount Land, kini menjelma menjadi pusat ekonomi dan hunian yang vibrant di Tangerang Raya.
Salah satu konglomerat properti Tanah Air Paramount Land, yang sebagai salah satu pengembang utama Kota Gading Serpong, telah membuktikan bahwa perencanaan jangka panjang yang matang adalah kunci kesuksesan.
Mereka tak hanya memusatkan pengembangan kawasan Pusat Bisnis (CBD) di satu titik, melainkan menyebarkannya di beberapa lokasi strategis di seluruh penjuru kota. Langkah ini dibarengi dengan pembangunan infrastruktur kota yang lengkap dan modern, serta riset dan modifikasi berkelanjutan yang disesuaikan dengan pertumbuhan kota dan penduduk, pembangunan fisik, hingga kepadatan lalu lintas.
Data menunjukkan betapa pesatnya perkembangan Gading Serpong. Kota ini kini menjadi rumah bagi lebih dari 150 ribu jiwa (belum termasuk komuter), dengan arus kendaraan di jalan boulevard mencapai lebih dari 15.000 kendaraan per jam.
Tingkat okupansi bisnis yang sangat tinggi turut menegaskan posisi Gading Serpong sebagai jantung aktivitas ekonomi dan gaya hidup di Tangerang Raya, yang menurut para pengamat tata kota, telah menjadi salah satu destinasi utama.
Chrissandy Dave, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, mengungkapkan strategi mereka dalam mengembangkan CBD di Gading Serpong. "Dalam mengembangkan pusat bisnis (CBD) di Gading Serpong, Paramount Land selalu memastikan long-term sustainable business dengan membangun ekosistem bisnis secara jangka panjang," ujar Dave, Senin (14/7/2025).
Strategi ini diterapkan di seluruh area komersial pada setiap titik CBD Paramount Gading Serpong, termasuk 'Pasadena Central District'. Kawasan distrik terbesar seluas 40 hektar ini dirancang sebagai mixed-use premium yang berlokasi strategis, tepat di akses jalan baru Gading Serpong-perbatasan BSD, dan hanya berjarak 5 menit menuju destinasi kuliner Aniva dan Manhattan District.
Baca Juga: Tom Lembong Jelang Hadapi Putusan Kasus Gula: Kami Sudah Menang!
"Pasadena Central District dirancang oleh Aedas Architect dari Singapura sebagai Conceptualized masterplanner, berupa kawasan komersial dan residensial premium yang saling terintegrasi dengan konsep '10 Minutes City Living'," jelas Dave.
Konsep ini memungkinkan seluruh kebutuhan dapat terpenuhi hanya dalam waktu tempuh 10 menit, baik dengan kendaraan, berjalan kaki, maupun layanan daring. Kawasan multi-akses ini nantinya akan dilengkapi mega anchor tenant yang menghadap Jalan Boulevard Raya Gading Serpong, menjanjikan suasana yang semarak layaknya CBD lainnya di Gading Serpong.
Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, menjelaskan Grand Pasadena Village adalah hunian premium yang berlokasi di area Pasadena Central District. Desain hunian ini merupakan kelanjutan dari konsep Pasadena Grand Residences, mulai dari gerbang ikonik, hingga suasana asri yang mencerminkan luxurious and prestigious living.
"Fasilitasnya meliputi green corridor living, social club house dengan kolam renang 20 meter dan kolam renang anak, lapangan basket 3 lawan 3, pingpong arcade, multipurpose room, dan children playground," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Janji Percepat Bangun Huntara, Menteri PU: Tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda Saat Ramadan
-
Penjelasan Kelola Dana Negara Rp200 T, Tegaskan Menkeu Tertipu Bank Himbara Hoaks
-
Berita Soal Rp200 Triliun Menguap Dipastikan Hoaks, Kemenkeu dan BRI Jamin Dana Aman
-
Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
-
Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah
-
5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun
-
Rencana Peleburan Bulog-Bapanas Masih Proses Pembahasan
-
Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP
-
Gubernur Target Bank Jakarta Segera IPO Saham, Ini Persiapannya