Selain itu, emas dianggap sebagai aset safe haven atau pelabuhan aman. Ini adalah aset yang dicari investor untuk melindungi kekayaan mereka di tengah ketidakpastian ekonomi atau geopolitik global.
Ketika kondisi dunia sedang tidak menentu, investor cenderung beralih dari aset berisiko seperti saham ke aset yang lebih stabil seperti emas. Hal ini mendorong permintaan dan tentunya mengerek harga.
Kebijakan moneter yang akan diambil oleh bank sentral AS, The Federal Reserve, juga menjadi sorotan. Ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed dapat memicu pergerakan liar pada harga emas.
Jika The Fed memberi sinyal akan menurunkan suku bunga, hal ini akan menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini sangat ideal bagi emas untuk bersinar lebih terang.
Sentimen pasar saat ini juga diwarnai oleh data-data ekonomi penting dari AS. Angka-angka seperti data pekerjaan (Non-Farm Payrolls) dan data inflasi (Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi/PCE) menjadi acuan bagi para pelaku pasar.
Hasil dari data-data tersebut akan memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak langsung pada nilai emas di pasar internasional.
Kenaikan harga emas dunia ini kemudian diterjemahkan ke dalam pasar domestik. Harga emas Antam yang kita lihat hari ini adalah cerminan dari dinamika pasar global tersebut.
Tentu saja, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga memiliki andil. Namun, pengaruh harga emas dunia biasanya jauh lebih dominan dalam menentukan arah pergerakan harga emas lokal.
Fenomena kenaikan harga seringkali memicu minat beli yang tinggi di masyarakat. Banyak yang berbondong-bondong membeli emas karena takut ketinggalan momen atau yang populer disebut FOMO (Fear of Missing Out).
Baca Juga: Emas Antam Terus-terusan Naik, Harganya Kini Rp 1.959.000 per Gram
Menanggapi hal ini, pakar investasi dan perencana keuangan Mike Rini Sutikno memberikan pandangannya. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya ikut-ikutan tren semata.
Dalam sebuah kesempatan, ia berkata, "Melihat tetangganya ramai-ramai pada beli emas, bikin hati gelisah takut enggak kebagian kan. Padahal, persedian emas menurut Antam masih cukup memenuhi permintaan konsumen."
Kutipan ini mengingatkan kita bahwa keputusan investasi harus didasari oleh perencanaan yang matang. Bukan hanya karena kepanikan atau euforia sesaat melihat harga yang sedang naik.
Bagi Anda yang tertarik untuk mulai berinvestasi, penting untuk mengenali jenis investasi emas yang tersedia. Secara umum, ada dua pilihan Utama, yakni emas fisik dan emas digital.
Emas fisik adalah cara investasi yang paling tradisional. Anda membeli emas dalam wujud batangan atau koin dan menyimpannya sendiri.
Kelebihan utama dari emas fisik adalah wujudnya yang nyata. Anda memegang kendali penuh atas aset yang Anda miliki, memberikan rasa aman secara psikologis.
Berita Terkait
-
Peta Harta Karun Pemula: 5 Saham Blue Chip untuk Cuan Jangka Panjang di 2025
-
Saham Ini Terus Melesat, Kepemilikan Kian Terkonsentrasi di Tangan Grup Raksasa
-
Harga Emas Antam Tiba-tiba Jatuh Jadi Rp 1.945.000/Gram
-
Reksa Dana Masih Jadi Buruan Investor Anak Muda untuk Berinvestasi
-
Emas Antam Terus Meroket Tinggi, Harganya Kini Dipatok Rp 1.970.000/Gram
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah
-
Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Setoran Freeport ke Negara
-
Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN
-
IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun
-
Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung
-
Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026