Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang untuk menyediakan taksi air atau water taxi di wilayah pariwisata seperti Bali. Taksi air ini nantinya menghubungkan Bandara menuju tempat-tempat wisata di Bali.
Pemerintah tengah menggodok rencana taksi air beroperasi dari Bandara I Gustu Ngurah Rai menuju pusat wisatawan seperti Canggu, Semenjak, dan Kuta.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Lollan Andy Sutomo, menjelaskan rencana ini dibahas, karena memang jalur darat di wilayah Bali sangat padat untuk menuju ke pusat wisata.
"Kalau terindikasi sebenarnya kalau lewat darat ini sekitar 1-2 jam, kalau dari indikasi awal lewat laut ini diupayakan mudah-mudahan bisa 20 menit," ujarnya dalam diskusi di Kantor Kemenhub, Jakarta, yang dikutip Rabu (6/8/2025).
Untuk memuluskan rencana ini, lanjut Lollan, Kemenhub juga tengah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan pemerintah daerah. Dalam hal ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang akan menjadi operator transportasi taksi air di Bali.
Selain itu, Kemenhub juga menggandeng Universita Udayana untuk melakukan penelitian terhadap transportasi taksi air tersebut.
Lollan menuturkan, rencana ini tidak akan bisa jalan jika, meman tidak ada dukungan dari beberapa pihak termasuk pemerintah daerah. Sehingga, ia meminta pemerintah daerah mempercepat perizinan agar rencana ini bisa terlaksana.
"Sinkronisasi program pusat dan daerah sudah terbentuk. Dan juga untuk hal-hal lainnya pembangunan perizinan. Terutama perizinan-perizinan yang terkait dengan Kementerian Perhubungan tentunya kita siap memberikan hubungan untuk percepatan," imbuhnya.
Sebelumnya, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mewacanakan transportasi umum water taxi sebagai salah satu transportasi umum di Bali. Taksi air itu nantinya akan terhubung dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju beberapa kawasan wisata di Bali seperti Canggu.
Baca Juga: Kemenhub Investigasi Biang Kerok KA Argo Bromo Angrek Anjlok
Ide untuk membuat transportasi tersebut tergagas setelah pemerintah mengeksplor moda transportasi lain untuk wisatawan yang baru tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Menurut AHY, penumpang sering dihadapkan pada kondisi macet usai keluar dari Bandara Ngurah Rai.
Terlebih, jumlah penerbangan internasional yang melintas di bandara tersebut meningkat sampai 22 persen pada tahun 2024 lalu.
"Tadi dilaporkan peningkatan dari tahun sebelumnya, peningkatan 22 persen dari penerbangan internasional,” ujar AHY saat ditemui usai Rapat Koordinasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kamis (23/1/2025).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor