Suara.com - Narasi yang menyebar di media sosial mengklaim bahwa Indonesia akan bangkrut pada tahun 2030 seperti nasib Sri Lanka akibat utang ramai menjadi perbincangan publik di dunia maya.
Dalam unggahan yang dilihat Suara.com di media sosial X terlihat foto pria berkaca mata mengenakan jas hitam dengan latar belakang tulisan AMRO. Foto tersebut juga sudah dibubuhi watermark updatenusantara.com.
Masih pada foto tersebut tertulis di sisi bawah dalam huruf kapital: ASEAN Ingatkan RI Bisa Runtuh 2030 Akibat Utang Membengkak, Nasib Bisa Serupa Sri Lanka! Berdasarkan atribusi yang terlihat, unggahan tersebut sudah dilihat 3.735 pengguna dengan jumlah like mencapai 200 dan 83 kali dire-tweet.
Terkait postingan tersebut, Lembaga riset makroekonomi internasional, ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) secara resmi membantah narasi viral di media sosial yang menyebut Indonesia terancam bangkrut pada 2030 akibat pembengkakan utang.
Klarifikasi ini dirilis untuk meluruskan misinterpretasi terhadap Laporan Konsultasi Tahunan AMRO 2025, yang oleh sebagian pihak disamakan dengan pemicu krisis utang Sri Lanka pada 2022.
Dalam pernyataan resminya, AMRO menegaskan bahwa laporan tersebut tidak pernah memuat prediksi keruntuhan ekonomi Indonesia.
Meluruskan Misinterpretasi Laporan 2025
Kepanikan publik dipicu oleh interpretasi liar yang menyimpulkan laporan AMRO sebagai peringatan dini bahwa 'Indonesia dapat runtuh pada tahun 2030'.
Namun, lembaga yang berbasis di Singapura ini menyatakan bahwa kesimpulan tersebut sama sekali tidak berdasar dan bukan merupakan isi dari analisis mereka.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bengkak Tembus Rp 7.078 Triliun
"Kami ingin mengklarifikasi bahwa AMRO tidak membuat pernyataan semacam itu. Laporan kami menyajikan penilaian berwawasan ke depan yang berbasis data mengenai prospek ekonomi makro Indonesia," kata AMRO dalam pernyataan di situs resminya, dikutip Rabu (6/8/2025).
Proyeksi Utang Naik, Tapi Jauh dari Krisis
AMRO mengakui adanya tren kenaikan utang pemerintah. Namun, proyeksi kenaikan tersebut masih berada dalam koridor yang sangat aman dan terkendali, jauh dari ambang batas yang mengkhawatirkan atau berpotensi memicu krisis.
"Meskipun kami mencatat bahwa rasio utang pemerintah terhadap PDB dapat meningkat secara bertahap hingga sekitar 42 persen pada tahun 2029 jika tren fiskal saat ini berlanjut, kami tidak memprediksi keruntuhan atau menyiratkan krisis yang akan datang," tegas lembaga tersebut.
Sebagai konteks, AMRO memproyeksikan keberlanjutan utang jangka menengah Indonesia akan tetap kuat, berada jauh di bawah aturan fiskal yang ditetapkan undang-undang sebesar 60 persen dari PDB.
Tingkat ini juga lebih rendah daripada rata-rata rasio utang di negara-negara ASEAN lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Perang di Timteng Memanas Bikin Premi Asuransi Meningkat
-
Arus Balik Mulai Menggeliat, Penumpang Bakauheni Tembus 91 Ribu di H+1 Lebaran
-
BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah
-
Menhub Minta Truk Logistik Tahan Operasi Saat Puncak Arus Balik Lebaran
-
PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H
-
KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM
-
Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta - Cikampek Siang Ini
-
Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA
-
Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal
-
285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini