Suara.com - Rencana pemerintah untuk kembali menggulirkan insentif pembelian sepeda motor listrik mendapat dukungan dari pakar transportasi dan energi. Stimulus ini dinilai mampu mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat industri kendaraan listrik dalam negeri.
Pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai langkah tersebut penting sebagai dorongan agar masyarakat mulai beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil.
"Insentif jelas akan mendorong masyarakat kelas menengah ke bawah untuk beralih dari sepeda motor berbahan bakar fosil ke teknologi listrik. Hal itu bisa mempercepat program transisi energi Indonesia di sektor transportasi," ujar Yannes seperti dikutip, Sabtu (16/8/2025).
Menurutnya, kebijakan ini dapat menjadi katalis transformasi sistemik. Mulai dari peningkatan daya beli masyarakat, pembangunan industri hijau, hingga fondasi ekonomi rendah karbon di masa depan.
Yannes menekankan, harga awal motor listrik masih menjadi hambatan utama dalam adopsi kendaraan listrik roda dua. Karena itu, insentif diyakini bisa menjadi solusi.
"Kebijakan ini berpotensi memberi manfaat ekonomi jangka panjang yang signifikan," katanya.
Ia mengungkapkan, penjualan motor listrik di Indonesia selama 2025 sempat mengalami perlambatan tajam akibat ketidakpastian insentif. "Kalau tidak salah, penurunannya sampai 70–80 persen," ungkap Yannes.
Dengan stimulus kembali diberlakukan, Yannes percaya harga motor listrik akan lebih terjangkau dan penjualan meningkat. Dampaknya, industri dalam negeri, termasuk sektor komponen pendukung, akan ikut terdorong.
"Segmentasi pasar terbesarnya adalah kelompok masyarakat lower income class yang sangat sensitif terhadap harga beli awal. Stimulus dapat menjawab hal itu dan membangun kembali kepercayaan konsumen," jelasnya.
Baca Juga: PGE Area Lahendong Gaungkan Panas Bumi untuk Transisi Energi dan Ketahanan Pangan di TIFF 2025
Yannes juga menyoroti dampak ketidakpastian kebijakan terhadap pelaku industri lokal. Ia menyebut, beberapa startup kendaraan listrik sudah menutup usaha, sementara lainnya mulai melakukan pemutusan hubungan kerja.
"Padahal, startup seperti mereka itu yang bisa menjadi motor pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional. Kalau tidak didukung, kita hanya akan menjadi pasar produk impor," imbuhnya.
Ia menambahkan, dominasi sepeda motor dalam sistem transportasi Indonesia membuat transisi ke kendaraan listrik menjadi langkah strategis.
"Dengan stimulus yang tepat, kita tidak hanya mengatasi polusi udara, tapi juga membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat posisi Indonesia di industri kendaraan listrik global," pungkas Yannes.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik
-
Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
-
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
-
Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham