Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto membentuk tim baru yang akan mengurusi sektor pangan yaitu Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air. Tim itu diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).
Tugasnya, untuk mempercepat tercapainya kedaulatan bangsa di tiga sektor tersebut.
Zulhas menuturkan, tim ini mencakup 27 Kementerian/Lembaga diantaranya, Kementerian ATR, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian PUPR, hingga Kementerian Pertanian.
Dalam hal ini, dirinya akan mengharmonisasi kebijakan antar Kementerian dalam menentukan kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor pangan, energi, dan air.
"Saya diminta untuk mengoordinasi ini. Karena ada kaitan dengan anggaran tahun 2026. Kalau jadi programnya nanti anggaran tidak masuk, biasanya masalah kita ada di koordinasi antar kementerian," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Selain itu, dirinya juga diamanatkan Prabowo untuk menuntaskan pembayaran proyek yang telah berjalan seperti di Papua Selatan dan Kalimantan.
"Ada juga persoalan yang sudah dikerjakan tapi belum bisa dibayar. Karena alasannya belum ada. Kita ingin cepat, kita ingin swasembada, tetapi caranya juga harus baik. Mudah-mudahan hambatan yang sudah 5-6 bulan belum selesai ini bisa kita tuntaskan," tambahnya.
Menurut Zulhas, tagihan proyek yang belum terbayar sekitar Rp 138 miliar. Ia menargetkan, kendala ini selesai dalam 2-3 minggu ke depan.
"Tapi kalau ini selesai, proyek lain yang menanti juga bisa berjalan. Uangnya sudah ada, hanya aturan-aturan yang perlu dilengkapi," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari