- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terakhir melaporkan kekayaan ke KPK pada Maret 2025.
- Memiliki harga sekitar Rp 39 miliar.
- Mengoleksi empat mobil mewah.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto pada hari ini ternyata memiliki harta kekayaan sebanyak lebih dari Rp 39 miliar.
Dilihat dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dia sampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Purbaya memiliki aset berupa dua bidang tanah beserta bangunan di Jakarta Selatan.
Dalam LHKPN dia sampaikan saat menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu, Purbaya juga tercatat memiliki satu bidang tanah yang juga berada di Jakarta Selatan. Adapun total aset Purbaya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 30,5 miliar.
Lebih lanjut, LHKPN periode 2024 yang disampaikan Purbaya pada 11 Maret 2025 itu juga menunjukkan kepemilikan satu unit mobil Mercedes Benz, sebuah SUV BMW Jeep, sebuah Toyota Alphard, dan sebuah SUV Peugeot.
Dia juga punya sepeda motor Yamaha Xmax dan Honda Vario. Dengan begitu, total nilai dari seluruh kendaraannya ialah Rp 3,6 miliar (3.606.000.000).
Kemudian, Purbaya juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 684 juta, surat berharga Rp 220 juta, serta kas dan setara kas Rp 4,2 miliar. Dia juga tercatat tidak memiliki hutang sehingga total harta yang dimiliki Purbaya sebanyak Rp 39,2 miliar (Rp 39.210.000.000).
Pertahankan Kebijakan Sri Mulyani
Adapun Purbaya, setelah dilantik di Jakarta, Senin (8/9/2025), berjanji tak akan merombak kebijakan fiskal telah dijalankan oleh mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati.
“Kami akan optimalkan sistem yang ada. Biasanya kalau kejelekan pemimpin baru, yang lama itu diobrak-abrik, buat baru lagi, soalnya mau bikin tonggak baru. Saya tidak akan seperti itu pendekatannya,” janji Purbaya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Pede IHSG Akan Naik Lagi, Meski Anjlok Saat Sri Mulyani Dicopot
Menurutnya, dia lebih akan mengoptimalkan sistem yang sudah ada dan mempercepat mesin yang sudah berjalan. Dia pun yakin tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi menjadi Menkeu, karena percaya diri sudah memiliki pengalaman yang memadai terkait fiskal.
Sebagai contoh, pada saat krisis COVID-19 tahun 2020 dan 2021, Purbaya mengaku berada di samping Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu memformulasikan kebijakan fiskal yang tepat.
“Bukan dari anggaran saja, tapi cara mengelola uang pada waktu itu,” ujarnya lagi.
Selain itu, dia juga pernah membantu Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2008, dan ditunjuk menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (KSP) pada era Jokowi.
“Jadi kalau dibilang saya tidak punya pengalaman (fiskal), salah besar,” kata dia lagi.
Dia pun mengatakan akan berfokus membuat fiskal memiliki daya dorong yang optimal bagi perekonomian.
Berita Terkait
-
Prabowo Lantik Menteri Baru, Kabinet Merah Putih Dirombak
-
Purbaya: Tidak Terlalu Sulit Memperbaiki Ekonomi yang Lambat
-
Prabowo Depak Sri Mulyani dari Kursi Menkeu, Tunjuk Purbaya Yudhi Sadewa
-
Kaget Dilantik jadi Menkeu, Purbaya: Saya Pikir Saya Ditipu!
-
Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan, Nama Sri Mulyani Jadi Trending Topic
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Investor Asing Borong Saham Rp4,05 Triliun Sejak Awal Tahun
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Proyek Kilang RDMP Balikpapan Habiskan 115 Ribu Ton Semen
-
Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare
-
BCA Digital Bagikan Strategi Resolusi Finansial 2026
-
Harga Emas Antam di Level Rp2,88 Juta per Gram pada Sabtu
-
Laka Kerja di PLTU Sukabangun Memakan Korban, Manajemen Audit Seluruh Mitra
-
Benarkah MBG Bebani Anggaran Pendidikan?
-
Ini Tips Rencanakan Mudik Sekaligus Ide Liburan Bersama Keluarga