- Ada berbagai jenis KPR di Indonesia, mulai dari konvensional, subsidi, syariah, hingga in-house dan multiguna.
- Memilih jenis KPR yang tepat sangat penting agar tidak terbebani bunga tinggi atau cicilan memberatkan.
- Skor kredit yang baik memberi keuntungan: persetujuan lebih mudah, bunga lebih ringan, dan akses ke lebih banyak pilihan pinjaman.
Suara.com - Berikut adalah beberapa jenis KPR yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk kredit rumah.
Salah satu cara seseorang bisa membeli rumah adalah dengan mengajukan kredit perumahan rakyat atau disingkat KPR.
Apalagi saat ini, pemerintah sendiri telah mendukung masyarakat untuk memiliki rumah dengan kredit.
Namun jika Anda ingin benar-benar melakukan kredit perumahan rakyat, maka ada banyak hal yang perlu dipelajari agar tidak terjabak pada kredit yang menyulitkan.
Salah satunya adalah penting bagi Anda mengetahui beberapa jenis KPR yang ada di Indonesia saat ini.
Dengan mengetahui jenis KPR, maka Anda bisa menentukan mana jenis KPR yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda.
Sebab jika salah memilih KPR, maka Anda akan terjebak pada bunga yang tinggi hingga berakhir gagal bayar.
Jenis KPR yang Harus Anda Ketahui
Dirangkum Suara.com dari situs resmi Sinar Mas Land, berikut ini penjelasan tentang berbagai jenis KPR yang perlu Anda ketahui.
1. KPR Non-Subsidi (Konvensional)
Baca Juga: 5 Lokasi Rumah Murah di Cileungsi Harga Mulai 130 Juta, Cocok untuk Milenial Gaji UMR
Pertama adalah KPR Non-Subsidi atau sering juga disebut dengan KPR Konvensional. Sesuai dengan namanya, kredit jenis ini tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Suku bunganya mengikuti kebijakan bank dan biasanya mengacu pada BI Rate. Jadi jika suku bunga naik gila-gilaan, maka tagihan Anda juga akan naik gila-gilaan.
- Tenor: hingga 25 tahun
- Kelebihan: fleksibel dalam pilihan rumah, tidak terbatas tipe maupun harga
- Kekurangan: bunga dan denda keterlambatan relatif tinggi dibandingkan KPR subsidi
2. KPR Subsidi (FLPP & Tapera)
Kedua adalah KPR subsidi. Ini adalah Kredit Perumahan Rakyat yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Jika Anda mengambil jenis KPR ini, maka cicilan Anda akan flat sampai lunas, tidak peduli dengan kenaikan suku bunga bI.
3. KPR Syariah
KPR jenis ini merupakan opsi terbaik buat Anda yang ingin tetap melakukan kredit namun dengan prinsip-prinsip syariah.
KPR ini tidak memiliki suku bunga, namun dengan dua prinsip yang sesuai syarirah.
Pertama adalah Murabahah di mana bank membeli rumah kemudian menjualnya kembali kepada nasabah dengan margin keuntungan tetap.
Sementara prinsip keduanya yakni Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) di mana status kepemilikan rumah dimiliki bersama, lalu secara bertahap beralih sepenuhnya kepada nasabah seiring pembayaran cicilan.
4. KPR Pembelian
Ini adalah jenis KPR untuk pembelian rumah bekas, rumah baru, ruko dan sebagainya di mana jaminannya adalah rumah yang dikredit itu sendiri atau bisa juga aset lain yang dimiliki.
5. KPR In-House
Istilah ini mungkin baru buat Anda. Namun, KPR In-House disediakan langsung oleh pengembang tanpa melibatkan bank.
Kelebihan KPR In-House adalah proses lebih cepat, syarat administrasi lebih mudah.
Sementara kekurangannya yang menonjol yakni tenor pendek (umumnya 3–5 tahun), cicilan lebih besar.
6. KPR Indent
Sesuai dengan namanya, KPR ini merupakan jenis kredit rumah yang dilakukan saat unit masih dalam proses pembangunan.
Harganya mungkin bisa lebih murah dari saat jadi, namun ada risiko keterlambatan pembangunan.
7. KPR Multiguna / Refinancing
Kalau jenis KPR Multiguna / Refinancing adalah mekanisme kredit di mana Anda bisa mendapatkan pinjaman baru dengan menggunakan aset rumah yang dimiliki sebagai jaminan.
Dana yang dipinjam bisa digunakan untuk renovasi rumah, biaya pendidikan, atau modal usaha.
8. KPR Take Over
KPR Take Over memungkinkan seseorang memindahkan kredit dari satu bank ke bank lain. Langkah ini sering diambil karena bunga lebih rendah, tenor lebih panjang.
9. KPR Angsuran Berjenjang
Jenis KPR ini memberikan keringanan di awal masa kredit dengan menunda sebagian pembayaran pokok hingga tahun ketiga.
10. KPR Duo
KPR Duo menawarkan dua fasilitas sekaligus yakni pembiayaan rumah dan kebutuhan lain (misalnya kendaraan atau furnitur).
Mengapa Mengajukan Kredit Rumah Perlu Skor Kredit yang Bagus?
Membeli rumah adalah keputusan finansial yang penting, dan penting untuk memiliki riwayat kredit yang baik jika Anda ingin mendapatkan suku bunga KPR terbaik.
1. Persetujuan pinjaman lebih mudah
Skor kredit yang baik dapat mempermudah persetujuan KPR. Dengan skor kredit Anda yang bagus, maka pihak bank akan lebih mudah menyetujui aplikasi kredit yang Anda ajukan.
Hal tersebut karena mereka percaya bahwa Anda bisa membayar tagihan kredit setiap bulannya.
2. Daya tawar yang lebih tinggi
Selain itu, skor kredit yang bagus juga akan membuat Anda memiliki daya tawar yang cukup tinggi. Anda bisa meminta "diskon bunga" jika memungkinkan.
Selain itu jika Anda tahu mekanismenya, Anda juga bisa bernegosiasi soal persyaratan pembayaran yang lebih menguntungkan.
Hal ini dapat membantu Anda menghemat uang dan membuat hipotek Anda lebih terjangkau dalam jangka panjang.
3. Akses ke lebih banyak pilihan pinjaman
Kredit yang baik juga dapat memberi Anda akses ke lebih banyak pilihan pinjaman, termasuk pinjaman yang didukung pemerintah.
Itulah beberapa jenis kredit rumah yang perlu Anda tahu.
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
-
5 Lokasi Rumah Murah di Cileungsi Harga Mulai 130 Juta, Cocok untuk Milenial Gaji UMR
-
Perbedaan Rumah Subsidi dan Rumah Komersil, Ternyata Beda Banget
-
Pengajuan KPR via Bale Properti Naik 150 Persen
-
Simak Suku Bunga KPR BTN di Hari Pelanggan
-
Mengenal Macam-macam Metode Pembelian Rumah, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak