Kiprah Internasional dan Jabatan Strategis Sebelum Menjadi Menteri
Pada Agustus 2001, Sri Mulyani kembali hijrah ke Amerika Serikat, kali ini sebagai konsultan untuk USAid di Atlanta, Georgia.
Di sana, ia memberikan saran tentang cara merancang program untuk memperkuat universitas-universitas di Indonesia. Ia juga sempat mengajar sebagai dosen di Georgia University.
Pengalaman internasionalnya semakin mengukuhkan posisinya di kancah global. Pada Oktober 2002, ia bergabung dengan Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai Executive Director yang mewakili 12 negara di Asia Tenggara. Jabatan ini menunjukkan pengakuan dunia terhadap keahliannya di bidang ekonomi.
Setelah kembali ke Indonesia, kariernya di pemerintahan dimulai. Pada tahun 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.
Kinerjanya yang gemilang membuat ia dipercaya untuk mengemban tugas yang lebih besar. Setahun kemudian, pada 5 Desember 2005, ia dilantik sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Jusuf Anwar.
Prestasi Gemilang Hingga Kembali ke Tanah Air
Kiprahnya sebagai Menteri Keuangan diakui secara internasional. Pada tahun 2006, ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia oleh Emerging Markets.
Prestasinya terus berlanjut hingga ia terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia dan wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes.
Baca Juga: Baru Dilantik, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sudah Bikin Joko Anwar Emosi
Pada tahun 2010, Sri Mulyani memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan untuk menerima jabatan sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, menjadikannya wanita dan orang Asia pertama yang menduduki posisi tersebut.
Enam tahun kemudian, Presiden Joko Widodo memintanya untuk kembali ke tanah air dan kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Perjalanan panjang Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan akhirnya mengalami perubahan. Pada Senin, 8 September 2025, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet.
Dalam perombakan ini, Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk sebagai Menteri Keuangan yang baru, menggantikan Sri Mulyani.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Berapa Gaji Sri Mulyani saat Jadi Petinggi Bank Dunia? Kini Kena Reshuffle Prabowo
-
3 Fakta Yudo Sadewa Anak Purbaya Yudhi Sadewa yang Sudah Jadi Miliarder di Usia 18 Tahun
-
Beda Kekayaan Sri Mulyani vs Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Tanpa Utang?
-
Jadi Sorotan Dunia, Media Asing 'Kuliti' Sosok Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pengganti Sri Mulyani
-
Heboh Sri Mulyani Dituduh Agen CIA, Ini 4 Tokoh Dunia yang Ternyata Mata-Mata Sungguhan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur
-
Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat
-
Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan
-
Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas
-
Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK
-
Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen
-
Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!
-
Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN
-
Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya