- Emiten properti PANI tengah menyiapkan proyek ambisius terbarunya, CBD Beachwalk.
- Kawasan ini diklaim memiliki peluang investasi jangka panjang yang menarik.
- Proyek ini memposisikan diri sebagai pintu gerbang menuju masa depan investasi tepi laut.
Suara.com - Agung Sedayu Group (ASG) tengah menyiapkan proyek ambisius terbarunya bernama CBD Beachwalk di PIK2.
Kawasan komersial yang berlokasi strategis di tepi laut Jakarta ini dirancang bukan hanya sebagai pusat bisnis, tetapi juga sebagai ruang publik yang hidup dan ikonik, menjadikannya peluang investasi jangka panjang yang menarik.
CBD Beachwalk memadukan keindahan panorama alam dengan infrastruktur modern yang canggih. Proyek ini akan dilengkapi dengan jalur pedestrian berkanopi sepanjang satu kilometer dan dermaga 300 meter yang menjorok ke laut, menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Rancangan tata cahaya dari LITAC semakin mempertegas kesan bahwa kawasan ini adalah pusat gaya hidup dan kreativitas.
Kawasan ini memiliki posisi yang sangat strategis. Berlokasi di Jl. M.H. Thamrin PIK2, CBD Beachwalk berdekatan dengan berbagai fasilitas premium seperti Pantai Pasir Putih, Community Park, dan terhubung langsung dengan CBD PIK2. Aksesnya pun sangat mudah, hanya berjarak tujuh menit dari Bandara Soekarno-Hatta melalui interchange tol PIK2.
Lebih dari itu, keberadaan Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan kedekatannya dengan Indonesia Design District (IDD), yang baru-baru ini menyelenggarakan Indonesia Design Week (IDW) 2025, menjadikan CBD Beachwalk sebagai bagian dari ekosistem bisnis dan kreatif berskala internasional.
Menurut Lucia Aditjakra, Direktur Marketing PIK2, "CBD Beachwalk bukan sekadar kawasan bisnis, tetapi sebuah lifestyle destination dengan prospek investasi jangka panjang," katanya, Sabtu (20/9/2025).
Dengan perpaduan SOHO (Small Office, Home Office), Rukan Thamrin, Paradise Avenue, dan hunian eksklusif The Penthouse, CBD Beachwalk menawarkan berbagai pilihan investasi. Proyek ini memposisikan diri sebagai pintu gerbang menuju masa depan investasi tepi laut yang selaras dengan dinamika kota-kota global.
Diketahui PIK2 merupakan proyek besutan Agung Sedayu dan Salim Group lewat bendera PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Berdasarkan laporan keuangan PANI telah membukukan kinerja impresif sepanjang paruh pertama tahun ini dengan pendapatan usaha sebesar Rp 1,6 triliun.
Secara rinci pendapatan PANI meningkat 22 persen secara tahunan, didorong oleh serah terima unit pada kuartal kedua tahun 2025 ini, serta didukung oleh tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang mendorong minat pelanggan untuk membeli aset properti di lokasi strategis seperti PIK2.
Baca Juga: Jurus SIG Hadapi Persaingan: Integrasi ESG Demi Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang
Pada kuartal dua, capaian PANI semakin mengesankan di mana pendapatan yang naik signifikan sebesar 69 persen dibanding kuartal sebelumnya, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik melonjak tajam hingga 377 persen menjadi Rp 236 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Pemerintah Catat Belanja Nasional Capai Rp 393,78 T Sepanjang 2025
-
Purbaya Klaim Indonesia Masih Mampu Bayar Utang Meski Rating Moody's Negatif
-
Pemerintah Rem Produksi Batu Bara, DMO Dipastikan Naik Kisaran 30%
-
LPEM UI 'Senggol' Kualitas Ekonomi RI 2025: Tumbuh Kencang tapi Rapuh!
-
Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions dari Telkom untuk Mahasiswa
-
Purbaya Mau Ambil PNM, Bos Danantara: Hanya Omon-omon
-
Bos Danantara Anggap Turunnya Peringkat Moody's Bukan Ancaman, Tapi Pengingat
-
Purbaya Tetap Dampingi Anak Buah usai OTT KPK: Nanti Orang Kemenkeu Tak Mau Kerja
-
Pegadaian Pastikan Likuiditas Emas Aman Lewat Gadai dan Buyback
-
Membedah Ketimpangan Warga RI: Jurang Kaya-Miskin Diklaim Menyempit