-
Harga emas Antam dan buyback hari ini naik tipis Rp 1.000
-
Emas dunia naik moderat didukung sentimen pemangkasan suku bunga The Fed
-
Ketegangan geopolitik Eropa dan Timur Tengah memicu permintaan safe haven
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 22 September 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.123.000 per gram.
Harga emas Antam itu naik tipis Rp 1.000 dibandingkan hari Minggu, 21 September 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.970.000 per gram.
Harga buyback itu juga naik Rp 1.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.111.500
- Emas 1 Gram Rp 2.123.000
- Emas 2 gram Rp 4.186.000
- Emas 3 gram Rp 6.254.000
- Emas 5 gram Rp 10.390.000
- Emas 10 gram Rp 20.725.000
- Emas 25 gram Rp 51.687.000
- Emas 50 gram Rp 103.295.000
- Emas 100 gram Rp 206.512.000
- Emas 250 gram Rp 516.015.000
- Emas 500 gram Rp 1.031.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.063.600.000
Harga Emas Dunia Melonjak
Harga emas dunia mencatat kenaikan moderat pada awal perdagangan Asia, Senin (22/9/2025). Mengutip FXstreet, harga emas (XAU/USD) bergerak mendekati level USD 3.685 per troy ounce, ditopang sentimen pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Pekan lalu, The Fed resmi menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps). Ini menjadi pemangkasan pertama sepanjang 2025, yang dilakukan di tengah tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja dan meningkatnya risiko ketenagakerjaan, meski inflasi masih relatif tinggi.
Suku bunga yang lebih rendah membuat biaya peluang memegang emas menjadi lebih murah. Kondisi ini mendukung pergerakan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Melambung Tinggi, Harga Emas Dunia Bakal Dijual Rp2,18 Juta per Gram
Ketua The Fed, Jerome Powell, menyebut langkah ini sebagai "pemotongan manajemen risiko" dan menegaskan bahwa keputusan suku bunga berikutnya akan ditentukan "pertemuan demi pertemuan".
Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa siklus pelonggaran kali ini tidak akan terlalu dovish, berbeda dari perkiraan sebagian pelaku pasar. Hal ini berpotensi menguatkan dolar AS dan menjadi penekan bagi harga emas.
Selain faktor moneter, pelaku pasar juga mencermati dinamika geopolitik global. CNN melaporkan, Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran menggunakan drone dan rudal ke berbagai wilayah Ukraina pada akhir pekan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan itu sebagai salah satu yang paling intens dalam beberapa bulan terakhir.
Ketegangan di Eropa Timur serta konflik di Timur Tengah dinilai bisa memicu peningkatan permintaan aset safe haven, termasuk emas. Para pedagang kini menantikan pidato lanjutan pejabat The Fed pada hari ini sebagai panduan arah pasar ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026