-
IHSG dibuka menguat tipis 0,12 persen ke 8.060 pada awal perdagangan
-
Kenaikan IHSG didukung risk-on sentiment dari prospek pemangkasan The Fed
-
Bursa Asia dan Wall Street kompak menguat, memicu optimisme pasar
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau pada awal sesi perdagangan Senin, 22 September 2025. IHSG menguat ke level 8.082.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih betah di zona hijau di level 8.060 atau naik 0,12 persen
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,13 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,13 triliun, serta frekuensi sebanyak 132.800 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 304 saham bergerak naik, sedangkan 165 saham mengalami penurunan, dan 487 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ANTM, ARKO, ARTA, BLUE, BNLI, BRPT, DWGL, FISH, GGRM, INKP, JARR, LPLI.
Sementara saham-saham yang terdaftar top Looser di perdagangan waktu itu diantaranya, AUTO, BREN, BRMS, CLAY, COIN, CPIN, DATA, DSSA, MFIN, MDLV, MIKA, MKPI.
Proyeksi IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin (22/9/2025). Mengutip riset harian Phillip Sekuritas Indonesia, IHSG diproyeksikan bergerak bullish dengan level support di 7.900 dan resistance di 8.150.
Bursa Asia pagi ini dibuka menguat, mengikuti jejak Wall Street yang akhir pekan lalu mencatatkan rekor penutupan tertinggi selama dua hari beruntun.
Baca Juga: Jurus SIG Hadapi Persaingan: Integrasi ESG Demi Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang
Indeks S&P 500 dan Dow Jones (DJIA) masing-masing naik 1,05 persen dan 1,22 persen sepanjang minggu lalu, sementara Nasdaq melompat 2,21 persen.
Bagi Nasdaq dan S&P 500, ini merupakan kenaikan mingguan tiga kali berturut-turut, sedangkan bagi DJIA sudah dua pekan beruntun.
Menurut Phillip Sekuritas, prospek pemangkasan suku bunga lanjutan oleh bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) menjadi katalis utama yang memicu risk-on sentiment. Kondisi ini membuat investor lebih optimistis terhadap prospek ekonomi dan berani mengambil risiko lebih tinggi demi peluang keuntungan.
Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan hubungan dagang Amerika Serikat dan China. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dikabarkan sepakat terkait isu TikTok usai pertemuan virtual. Keduanya dijadwalkan bertemu langsung dalam forum KTT APEC di Korea Selatan pada 30 Oktober–1 November mendatang.
Dari Asia, perhatian tertuju pada keputusan bank sentral China (PBOC) yang mempertahankan suku bunga acuan Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun di level 3,0% dan tenor 5 tahun di 3,5 persen. Langkah ini menandakan Beijing masih menunda stimulus besar-besaran meski data ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu