-
Harga emas Antam naik Rp 10.000 per gram
-
Harga emas dunia stabil didukung ekspektasi pangkas suku bunga
-
Emas terdorong sentimen geopolitik dan permintaan safe haven
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 24 September 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.174.000 per gram.
Harga emas Antam itu melonjak tinggi lagi Rp 10.000 dibandingkan hari Selasa, 23 September 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.021.000 per gram.
Harga buyback itu juga menanjak tinggi Rp 10.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.137.000
- Emas 1 Gram Rp 2.174.000
- Emas 2 gram Rp 4.288.000
- Emas 3 gram Rp 6.407.000
- Emas 5 gram Rp 10.645.000
- Emas 10 gram Rp 21.235.000
- Emas 25 gram Rp 52.962.000
- Emas 50 gram Rp 105.845.000
- Emas 100 gram Rp 211.612.000
- Emas 250 gram Rp 528.765.000
- Emas 500 gram Rp 1.057.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.114.600.000
Harga Emas Dunia Stabil
Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak stabil di kisaran USD 3.760 per troy ons pada awal perdagangan Rabu (24/9/2025), setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di USD 3.791.
Seperti dilansir dari FXStreet, dukungan terhadap logam mulia masih datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven.
Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, menegaskan bank sentral sedang menghadapi "situasi yang menantang" dengan risiko inflasi yang lebih cepat dari perkiraan, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Melonjak! Antam Tembus Rp 2.255.000, Galeri24 dan UBS Naik
Powell menyebut dirinya masih nyaman dengan arah kebijakan saat ini, tetapi membuka peluang penurunan suku bunga lebih lanjut jika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menilai perlunya langkah akomodatif.
Menurut CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga dua kali lagi pada 2025, masing-masing sebesar 25 basis poin (bps) pada Oktober (90% probabilitas) dan Desember (73% probabilitas). Suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik emas karena mengurangi biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil ini.
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik juga ikut menopang harga emas. NATO mengecam Rusia setelah pesawat militernya diduga melanggar wilayah udara Estonia, menyebutnya sebagai "pola perilaku yang semakin tidak bertanggung jawab".
NATO bahkan menegaskan siap menggunakan "semua alat militer dan non-militer yang diperlukan" jika diperlukan.
Pasar kini menantikan rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS untuk Agustus, yang merupakan ukuran inflasi favorit The Fed. Jika data menunjukkan inflasi lebih tinggi dari perkiraan, Dolar AS (USD) berpotensi menguat dan memberi tekanan pada harga emas dalam jangka pendek.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri